Leadership Presence During Working from Home

Pemimpin atau leader memiliki peranan kunci dalam proses kerja tim di perusahaan. Adanya sosok pemimpin yang mampu menciptakan situasi kerja yang kondusif dan bisa mendorong, serta menggerakkan tim untuk bisa mencapai target yang telah ditetapkan oleh perusahaan, akan sangat memengaruhi produktivitas tim dan juga perkembangan bisnis. Dalam situasi working from home, semakin banyak tantangan yang dihadapi oleh para pemimpin untuk bisa mengoptimalkan proses kolaborasi yang terjadi, sehingga produktivitas pun tetap bisa terjaga. Proses kolaborasi yang berubah dari tatap muka menjadi virtual menjadi salah satu tantangan paling berat bagi para pemimpin. Bagaimana agar kehadirannya tetap dapat terasa nyata dalam tim, sehingga tim tidak kehilangan arah dalam menjalankan tugasnya.

Saat kehadiran pemimpin tidak terasa oleh timnya terutama dalam situasi kolaborasi yang virtual ini, apa saja yang mungkin terjadi pada timnya?

  1. Kehilangan sense of direction, karena tidak jelas apa yang harusnya menjadi sasaran dan fokus dalam situasi yang penuh perubahan ini.
  2. Merasa tidak mendapatkan dukungan yang dibutuhkan, dan seakan kerja sendiri-sendiri di tempat masing-masing.
  3. Motivasi kerja yang mungkin turun karena lebih tidak dilakukan pendampingan melalui coaching dan mentoring seperti sebelum

Dalam survei The Laws of Attraction yang dilakukan oleh JobStreet pada 9.800 calon pelamar kerja di akhir tahun 2019 yang lalu, sosok pemimpin menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan para pencari kerja untuk bergabung dalam suatu organisasi.

Salah satu hal yang paling mereka soroti terkait dengan sosok pemimpin adalah bagaimana gaya kepemimpinan mereka dalam proses kolaborasi dengan tim.grafik-1-1-3

Jika dikaitkan dengan situasi work from home saat ini, adapun beberapa insights yang bisa didapatkan dari hasil survei tersebut adalah:

  1. Selain harus bersikap profesional dalam menjalankan pekerjaannya, seorang pemimpin juga harus memiliki strategi yang jelas. Dalam situasi working from home, di mana proses komunikasi dilakukan secara virtual, adanya kejelasan arahan kerja dari pemimpin menjadi faktor kritikal yang sangat mempengaruhi kinerja timnya. Jika arahan kerja yang diberikan bersifat abstrak dan tidak dapat dipahami oleh anggota tim, maka bisa menghambat proses kerja yang terjadi dan berakibat pada tidak tercapainya target yang telah ditetapkan bersama. Oleh karena itu, pemimpin harus bisa memberikan arahan yang jelas, terperinci, dan juga mudah dipahami oleh seluruh anggota timnya.
  2. Pemimpin harus bersikap transparan. Dalam proses kolaborasi, pemimpin harus bisa menyampaikan dengan apa adanya tantangan yang terjadi di lapangan, terutama terkait dengan kondisi bisnis perusahaan. Adanya pemahaman terkait dengan kondisi nyata yang terjadi di lapangan, dapat meningkatkan sense of urgency and importance dari pekerjaan yang dilakukan tim. Dengan demikian, mereka pun semakin termotivasi untuk bisa mengoptimalkan peran mereka guna berkontribusi pada kemajuan perusahaan.
  3. Pemimpin harus mampu memperkuat shared responsibility yang ada di dalam tim, dengan memperjelas kontrol yang ada pada masing-masing peran dan tanggung Situasi ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemimpinnya saja, atau hanya dengan memberi daftar tugas kepada tim. Namun, perlu ada kejelasan terkait dengan apa yang menjadi target bersama dan apa yang bisa dikontribusikan oleh masing-masing pihak dalam proses kolaborasinya.
  4. Sosok pemimpin yang suportif menjadi idaman para karyawan. Pemimpin yang mengedapankan kolaborasi dan bersedia untuk terlibat dalam proses kerja tim lebih diminati dibandingkan dengan pemimpin yang sekadar memberikan instruksi kerja saja. Di sisi lain, dalam proses penyelesaian masalah, sosok pemimpin yang mampu melibatkan anggota tim dalam proses pencarian solusi dan pengambilan keputusan juga lebih disukai dibandingkan dengan pemimpin yang mengambil keputusan secara sepihak ataupun membiarkan tim menyelesaikan masalahnya
  5. Pemimpin harus bisa menunjukkan kepedulian terhadap tim dan mampu mendorong, serta memotivasi Dalam situasi yang sulit seperti saat ini, pemimpin harus bisa menunjukkan empatinya terhadap anggota tim. Proses monitoring pekerjaan pun perlu diimbangi dengan menanyakan kondisi dan kabar dari anggota tim. Tujuannya bukan semata karena ingin tahu belaka, tetapi untuk memantau well-being dari anggota tim, sehingga dapat mengantisipasi terjadinya burn-out yang nantinya dapat menghambat proses kerja di dalam tim. Adapun untuk meningkatkan motivasi tim, pemimpin juga perlu memberikan tantangan-tantangan dalam pekerjaan, sehingga tidak terasa monoton dan rutin.

Melihat pentingnya sosok pemimpin dalam meningkatkan produktivitas tim yang nantinya dapat mempengaruhi pencapaian perusahaan, maka HR pun perlu mempersiapkan para pemimpinnya untuk dapat menjalankan perannya dengan baik. Adapun beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

  1. Menekankan ulang peran para pemimpin sebagai people leader, yang tidak hanya leading tapi juga motivating anggota
  2. Memberikan guideline terkait dengan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memimpin tim, terutama terkait dengan kebijakan-kebijakan khusus dalam situasi
  3. Memberikan pelatihan kepemimpinan untuk para pemimpin, sehingga bisa terus meningkatkan kemampuan mereka, seperti meningkatkan kemampuan engaging team, virtual collaboration, handling difficult conversation, leading and motivating team.
  4. Berkolaborasi dengan para pemimpin untuk bisa melakukan proses upskilling anggota tim, dimana ini juga bisa membantu proses kolaborasi tim dalam mencapai target

Untuk lebih jauh memahami insights mengenai hal-hal yang diuraikan dalam artikel ini, Anda dapat mempelajari secara lebih detail data-data survei The Laws of Attraction pada situs web JobStreet Indonesia. Dan untuk referensi terkait program-program virtual workshop yang dapat memperkuat peran pemimpin sebagai people leader dan upskilling apa saja yan bisa diberikan untuk tim, dapat dilihat pada situs web Daily Meaning.

 

 

Ditulis oleh Alexander Sriewijono & Maria Tarisa
untuk JobStreet Indonesia