Strategi Untuk Membuat Organisasi Anda Menarik di Mata Generasi Terkini

Dua hingga satu dekade lalu, organisasi-organisasi besar tidak punya kesulitan untuk mendapatkan talenta-talenta terbaik. Bahkan tanpa dibuka lowongan kerja melalui iklan pun, lamaran berdatangan dan menumpuk. Organisasi hanya perlu memilih kandidat terbaik dari yang terbaik. Nama besar organisasi, reputasi, gaji yang besar, dan fasilitas yang lebih dari memadai, menjadi daya tarik utama bagi para pencari kerja. Organisasi-organisasi besar di industri yang sama tinggal saling bersaing di antara mereka untuk berbagi talent tersebut.

Namun, zaman telah berubah. Sebelumnya, organisasi tidak perlu memasang iklan secara intensif, pelamar yang berkualitas tinggi akan datang dengan sendirinya. Di masa sekarang, bahkan ketika organisasi sudah memasang iklan beberapa kalipun, yang melamar tidak seagresif sebelumnya, dan profil pelamar yang didapatkan pun belum tentu sesuai dengan target perusahaan. Selain itu, adanya acara campus hiring pun menjadi sangat dinantikan oleh mahasiswa-mahasiswi yang akan lulus, dan walk-in interview dipenuhi dengan peringkat 50-100 mahasiswa terbaik. Saat ini, mereka-mereka yang tergolong best of the best di kampusnya, entah menghilang ke mana saat terjadi perekrutan di kampus-kampus oleh perusahaan-perusahaan besar.

Pola ini juga disampaikan oleh sejumlah people leader yang menjadi user saat melakukan wawancara kepada para pencari kerja. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh kandidat dari kelompok new generation ini juga lebih bermacam-macam. Pertanyaan yang diajukan bahkan lebih jauh dari sekadar deskripsi pekerjaan, atau fasilitas yang didapatkan. Mereka kerap kali mengajukan pertanyaan terkait dengan dampak yang dapat dikontribusikan oleh organisasi, dan apa keterkaitannya dengan peran mereka jika jadi bergabung. Para people leader juga menyampaikan persepsi mereka, bahwa seakan bukan lagi kandidat mencari pekerjaan, tapi organisasi berusaha menarik minat mereka untuk mau bergabung.

Apakah gaji, tunjangan, dan fasilitas kerja mulai tidak semenarik fleksibilitas dalam bekerja? Apakah pola dan jam kerja menjadi hal yang dipermasalahkan? Apakah betul karier dan posisi yang mentereng bukan lagi yang diutamakan, melainkan pengembangan diri?

Coba kita lihat dulu data dari survei The Laws of Attraction yang dilakukan oleh JobStreet di akhir tahun 2019 yang lalu. Survei ini memiliki responden sebanyak 9.800 pencari kerja di Indonesia dan membahas mengenai faktor-faktor yang menjadi daya tarik bagi para pelamar kerja, termasuk di dalamnya mengenai hal apa saja yang paling menarik minat generasi terkini untuk bergabung di suatu organisasi. Mari kita bahas lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang dinilai menarik oleh para pencari kerja di generasi terkini.

Di bawah ini dapat kita simak beberapa insight tekait dengan faktor-faktor yang menarik minat para pencari kerja di generasi terkini, yang dapat bermanfaat bagi kita dalam memahami profil kandidat pencari kerja di masa sekarang ini.

  • Berikut adalah 5 faktor utama yang paling menjadi daya tarik bagi pencari kerja Millennials dan generasi Z: grafik-1-1-perbandingan-5-faktor-utama-yang-menjadi-daya-tarikKedua generasi terkini, yaitu generasi Millennials dan generasi Z, sepakat bahwa faktor utama yang membuat mereka tertarik untuk bergabung dalam suatu organisasi adalah peluang pengembangan diri dan juga adanya kejelasan jenjang karier. Di sisi lain, gaji dan jaminan kerja juga menjadi dua faktor lainnya yang paling menentukan keputusan mereka untuk bergabung atau tidak dalam organisasi Anda.
    • Reputasi organisasi menjadi daya tarik bagi generasi terkini

    Adapun terkait dengan reputasi organisasi, yang menjadi daya tarik bagi mereka bukanlah profil organisasi Anda ataupun posisi organisasi di market, tetapi lebih kepada bagaimana organisasi dapat menerapkan regulasi yang mengedepankan keselamatan dan kesehatan kerja, serta mendukung adanya keberagaman dalam lingkungan kerja. Di sisi lain, pendapat dari karyawan mengenai organisasi tersebut juga menjadi faktor yang menarik bagi para pencari kerja di generasi muda. Adanya ulasan yang baik dari karyawan yang bekerja di dalam organisasi, akan semakin menarik minat para pencari kerja untuk bergabung di organisasi Anda.

    • Keseimbangan waktu kerja dan pribadi menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi terkini

    Baik generasi Millennials maupun generasi Z menilai bahwa adanya keseimbangan antara waktu kerja dan waktu pribadi merupakan faktor yang cukup mereka pertimbangkan dalam memilih tempat bekerja. Di mana adanya regulasi yang jelas mengenai kompensasi kerja lembur atau kerja di hari libur, menjadi faktor utama yang paling menarik minat mereka. Apakah ada pergantian uang lembur atau cuti jika mereka harus bekerja di hari libur, menjadi hal yang bisa menarik minat para pencari kerja di generasi terkini untuk bergabung di suatu perusahaan. Di sisi lain, adanya fleksibilitas waktu, tidak adanya pekerjaan saat akhir pekan (weekends) ataupun hari libur nasional, dan juga waktu kerja yang hanya lima hari dalam seminggu, menjadi faktor-faktor pendukung yang dapat menentukan keputusan para pencari kerja di generasi terkini untuk bergabung dengan organisasi Anda atau tidak.

  • Berikut adalah 5 faktor yang kurang menjadi daya tarik bagi pencari kerja Millennials dan generasi Z: 1-2-yang-kurang-menarik-bagi-millennials1-3-yang-kurang-menarik-bagi-gen-zJika pada faktor utama yang paling menjadi daya tarik, kedua generasi terkini, yaitu generasi millennials dan generasi Z, memiliki pendapat yang serupa, untuk faktor yang kurang menjadi daya tarik, terdapat perbedaan antara kedua generasi tersebut. Di mana untuk generasi Millennials, kolega dan proses rekrutmen menjadi dua dari lima faktor yang kurang dipertimbangkan dalam memilih tempat bekerja. Sementara itu, bagi para pencari kerja yang termasuk ke dalam generasi Z, budaya perusahaan dan benefit tambahan adalah dua dari lima hal yang tidak menjadi bahan pertimbangan mereka dalam memilih tempat bekerja. Walaupun demikian, keduanya sepakat bahwa gaya kepemimpinan, lingkungan kerja, dan ukuran perusahaan adalah tiga faktor utama yang kurang menjadi daya tarik bagi mereka dalam memilih tempat bekerja.Data-data hasil survey The Laws of Attraction ini bisa menjadi acuan awal untuk menarik generasi terkini bergabung di organisasi Anda. Gerakkanlah pihak-pihak terkait untuk menjadi bagian dari upaya mendapatkan talenta-talenta yang paling tepat untuk menjadi bagian dari organisasi Anda, karena hal ini memang bukan hanya menjadi concern dari divisi Human Capital saja, tetapi juga menjdi concern bersama. Seperti salah satu peribahasa yang mengatakan it takes a village to raise a child, demikian pula dalam upaya attracting the right talents, suatu organisasi perlu bergerak bersama-sama.Untuk lebih memahami apa saja faktor-faktor yang paling menarik minat generasi terkini, yaitu generasi Millennials dan generasi Z, untuk bergabung dalam suatu organisasi, Anda dapat mempelajari secara lebih detail tentang hasil survei The Laws of Attraction pada situs web JobStreet Indonesia.

 

 

Ditulis oleh Alexander Sriewijono & Maria Tarisa
untuk JobStreet Indonesia