Home / Blog / Dialogues (tv/radio/published) / What we have to do with our ‘to-do-list’?

24
Mar
What we have to do with our ‘to-do-list’?
What we have to do with our ‘to-do-list’?
  • 83 Views
  • 0 Comment
  • articles . CosmoCareer . dialogues .

Dalam hidup, membuat suatu perencanaan adalah hal yang penting, sehingga segala sesuatu dapat berjalan sesuai dengan keinginan. Begitupun dalam pekerjaan. Perencanaan kegiatan sehari-hari perlu dilakukan agar tidak ada satupun pekerjaan yang lupa untuk diselesaikan. Namun, bagaimanakah membuat rencana kegiatan yang baik?

Ngobrol bersama di @CosmopolitanFM bersama @alexsriewijono dan @DikaPradipta kali ini pun membahas tentang “To Do List.” Bagaimana sih cara memiliki To Do List yang memang membantu kita dan tidak hanya memanjakan kita?

Hal utama yang harus dipahami dalam membuat suatu rencana kegiatan adalah pahami diri Anda. Perencanaan yang baik tidak akan dapat terlaksana jika ternyata tidak sesuai dengan diri Anda. Dengan memahami cara kerja Anda, jam energi optimal Anda, serta kekurangan Anda, maka rencana kerja yang dibuat juga akan menjadi lebih realistis.

Hal lain yang perlu dilakukan adalah mengetahui skala prioritas dari seluruh kegiatan yang Anda masukkan kedalam daftar kegiatan Anda. Dengan memahami skala prioritas, maka Anda tidak hanya sekadar memasukkan, melainkan juga mengurutkan dari yang memiliki skala prioritas tertinggi hingga terendah. Pemahaman akan perbedaan antara pekerjaan yang ‘important’ dengan yang ‘urgent’ juga dapat membantu Anda dalam membuat skala prioritas. Important adalah seluruh pekerjaan yang terkait langsung dengan objektif atau tujuan yang ada, serta memiliki prioritas yang tinggi. Sedangkan urgent adalah seluruh pekerjaan yang harus segera dilaksanakan karena terkait dengan waktu atau deadline. Me-manage seluruh pekerjaan yang important namun belum memiliki urgensi yang tinggi (karena deadline masih jauh), akan sangat membantu mengurangi momen “ngos-ngosan” Anda dalam bekerja.

Strategi lain yang dapat mempermudah Anda dalam membuat suatu perencanaan dengan menggunakan konsep AKU (Ambisi, Kemampuan, Usaha). Pertama, tentu yang harus diketahui adalah ambisi/keinginan dari perencanaan yang dibuat. Lalu, pahami apa saja kemampuan yang dimiliki untuk menyelesaikan seluruh kegiatan tersebut. Terakhir, susun usaha-usaha/langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Dengan mengetahui kemampuan yang dimiliki, beserta langkah-langkah yang akan dilakukan, maka pertimbangan akan tantangan dan hambatan pun juga dapat terjadi seiring proses perencanaan. Sehingga perencanaan menjadi lebih ‘membumi’.

Apa yang harus dilakukan jika rencana kegiatan terus bertambah setiap jam? Ingat, pahami skala proritas, serta important vs. urgent task. Hal itu akan membantu Anda untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan dengan lebih optimal. Namun, dengan melihat banyaknya daftar kegiatan yang harus dilakukan, terkadang sudah membuat malas terlebih dahulu karena terlalu banyak yang harus dilakukan, harus bagaimana?

Jika tugas dianalogikan sebagai tembok, cepat atau lambat tembok tersebut harus Anda hadapi. Semakin dekat Anda dengan tembok, dan semakin tebal dan tinggi juga tembok yang dihadapi, maka semakin sulit Anda melewati atau menghancurkan tembok tersebut. Namun, jika Anda telah mempersiapkan diri ketika masih jauh dari tembok tersebut, maka strategi untuk melewati/menghancurkan tembok pun akan lebih matang. Pilihan untuk mengakhiri hari Anda dengan tanda titik, koma, atau mungkin tanda tanya, kontrol dan pilihannya berada di tangan Anda. Bijaklah untuk diri Anda.

@DikaPradipta

0 COMMENTS
LEAVE A COMMENT