Artboard 1 100

Kita kerap merumuskan resolusi di awal tahun, baik untuk kehidupan pribadi maupun untuk karier. Ada yang menetapkannya untuk jangka panjang, ada juga untuk periode waktu yang lebih pendek. Resolusi itu bisa jadi betul-betul dipakai sebagai panduan, ada juga yang bahkan di bulan kedua sudah dilupakan.

Namun berapa banyak dari Anda yang melakukan refleksi perjalanan karier selama setahun terakhir?

Karier sudah tidak zamannya lagi dilihat hanya dari promosi jabatan dan kenaikan gaji. Lalu apa yang harusnya kita review dalam perjalanan karier kita?

Tanda baca

Bila kalimat diakhiri dengan tanda baca, bagaimana dengan setahun perjalanan karier Anda? Bila semua yang ditargetkan tercapai, berarti tanda bacanya adalah titik. Bila ada yang belum tertuntaskan atau tercapai, beri tanda koma. Bila Anda sendiri tidak jelas dengan perjalanan karier Anda, berikan tanda tanya tentunya. Dan tanda seru, bila perjalanan karier Anda tidak sesuai dengan yang diinginkan.

Strategi tanda baca ini bisa sebagai rangkuman atas perjalanan karier 12 bulan terakhir. Konsep ini juga bisa menjadi dasar untuk membuat “kalimat baru” di tahun berikutnya. Perjalanan karier apa yang Anda inginkan? Bagaimana strateginya agar di akhir tahun selanjutnya karier Anda memperoleh tanda titik?

Menepuk bahu sendiri

Saat membuat perencanaan kerja, bagian yang paling nikmat adalah saat menandai tugas-tugas mana yang sudah selesai dikerjakan. Demikian pula dengan annual career reflection. Menandai hal-hal yang sudah dilakukan dengan baik, yang sudah dituntaskan, atau yang sudah dicapai menjadi satu kenikmatan tersendiri.

Proses ini penting dilakukan agar kita juga bisa menghargai proses. Dengan begitu kita tidak melulu memuliakan hasil. Menghargai apa yang sudah terjadi dengan baik juga membuat kita lebih seimbang, dengan tidak hanya mengingat kegagalan yang terjadi. Rasa positif dari menepuk bahu sendiri ini menjadi modal yang penting untuk perjalanan karier selanjutnya.

Dari – untuk – dengan ucapan

Dalam siaran radio ada istilah “DUDU” alias “dari siapa, untuk siapa, dan dengan ucapan apa” yang biasanya dipergunakan untuk kirim salam atau juga kirim lagu untuk seseorang. Bagaimana dengan perjalanan karier Anda? Adakah “DUDU” yang Anda kirimkan untuk orang-orang yang berjasa membentuk karier Anda?

Mereka bisa saja atasan yang memberikan Anda tantangan yang men-stretch kemampuan Anda untuk memberikan yang terbaik. Atau klien yang susah dipuaskan, yang membuat Anda terus mencari solusi terbaik. Atau team Anda, yang membuat Anda mengembangkan kemampuan sebagai seorang pemimpin.

Strategi “DUDU” ini membuat kita bisa lebih menghargai merekamereka yang berarti dalam perjalanan karier. Dengan demikian kita dapat mengapresiasi peran mereka, baik yang disadari atau tidak disadari oleh mereka.

12 langkah

Jika satu bulan diibaratkan 1 langkah, dan setahun tentunya 12 langkah. Apakah perjalanan karier kita sudah membuat kita lebih maju 12 langkah ke depan? Belum tentu. Langkah-langkah tersebut bisa saja jalan di tempat, ke kiri, ke kanan, serong, atau bahkan mundur ke belakang.

Mereka bisa saja atasan yang memberikan Anda tantangan yang men-stretch kemampuan Anda untuk memberikan yang terbaik. Atau klien yang susah dipuaskan, yang membuat Anda terus mencari solusi terbaik. Atau team Anda, yang membuat Anda mengembangkan kemampuan sebagai seorang pemimpin.

Strategi “DUDU” ini membuat kita bisa lebih menghargai merekamereka yang berarti dalam perjalanan karier. Dengan demikian kita dapat mengapresiasi peran mereka, baik yang disadari atau tidak disadari oleh mereka.

Tenaga yang kita keluarkan untuk 12 langkah ke depan dan 12 langkah di tempat bisa saja sama, tapi hasilnya tentu saja berbeda. Apakah setahun ini kita memiliki kelelahan yang bermakna dan membuat kita maju, atau sekadar lelah yang tidak berarti banyak.

Kita adalah sang pemilik langkah, yang seharusnya bisa menentukan arah langkah yang terbaik dan menjalankannya dengan penuh komitmen. Jadi salahkan diri sendiri dulu bila langkah karier kita tidak kemana-mana.

Sukses buat perjalanan karier Anda berikutnya!

 

(oleh Alexander Sriewijono, Januari 2018)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *