Home / Blog / My Guilty Pleasure

21
Mar
My Guilty Pleasure
My Guilty Pleasure
  • 86 Views
  • 0 Comment
  • tweet2think .

Guilty pleasure gw di tempat kerja adalah nonton film di komputer gw, pas lagi stres banget sama kerjaan” – X

“Guilty pleasure di kantor adalah ngomongin gaya pakaian orang-orang di kantor sama sahabat gw di kantor” – Y

“Guilty pleasure gw di kantor adalah bisa flirting sama klien yang ganteng pas lagi meeting” – Z

Apakah guilty pleasure Anda? Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali guilty pleasure yang dilakukan, dari makan cheese cake di malam hari, sampai mendengarkan lagu Britney Spears ketika sendirian didalam mobil. Begitupun ketika berada di kantor, banyak sekali guilty pleasure yang dapat dilakukan. 3 contoh diatas adalah beberapa contoh nyata yang terjadi.

Istilah ‘guilty pleasure’ akan menjadi sah-sah saja dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun, dalam dunia kerja, ‘Innocent Pleasure’ terdengar lebih respectful dan dapat dipertanggungjawabkan. Bukan menyalahkan term ‘guilty pleasure’, melainkan menemukan term setara dengan makna yang lebih positif. Keduanya dapat tetap digunakan dengan konteks yang berbeda. Bertemu dengan klien yang sangat cantik ketika meeting, namun ia sudah menikah, term ‘guilty pleasure’ akan lebih tepat menggambarkan kondisi tersebut. Namun, innocent pleasure maknanya akan lebih dalam.

Untuk dapat menjalankan innocent pleasure di tempat kerja, kuncinya adalah saling menghargai, saling percaya, dan tangung jawab. Kesenangan yang tidak membuat diri merasa bersalah penting untuk diterapkan di tempat kerja. Sebagai contoh, jika kita mengacu pada kasus X di atas. Penting sekali untuk memiliki kesadaran bahwa sebagai manusia, tentunya terdapat batasan energi dalam melakukan pekerjaan, sehingga perlu melakukan suatu hal singkat yang dapat membangkitkan semangat. Dengan mengkomunikasikan hal ini pada tim kerja secara terbuka dan bertanggung jawab, maka tidak ada salahnya. Menonton film ataupun online shopping tidak lebih dari 15 menit untuk membangkitkan semangat kerja, dapat dilakukan jika memang dirasakan dapat menjadi mood booster. Namun, langkah selanjutnya adalah fokus kembali ke pekerjaan Anda sebagai bentuk tanggung jawab terhadap 15 menit waktu kerja yang sudah digunakan untuk hal lain. Dengan konsistensi menampilkan profesionalitas seperti itu, maka rasa percaya rekan kerja ataupun atasan terhadap gaya kerja Anda yang seperti itu pun tidak akan berkurang.

Cuti juga dapat menjadi guilty pleasure bagi banyak orang, karena seolah-olah melarikan diri dari banyaknya beban kerja dan melimpahkannya kepada orang lain. Cuti dapat menjadi innocent pleasure jika Anda melakukan perencanaan dan koordinasi yang baik sebelum Anda cuti. Antara lain, menginformasikan hari cuti Anda minimal 2 minggu sebelumnya. Selain itu, koordinasikan pekerjaan Anda dengan baik. Ingat, bukan melimpahkan tugas kepada pihak lain, tetapi mengkoordinasikan tugas yang telah Anda kerjakan dengan rekan kerja Anda untuk tahap finalisasi. Dengan demikian cuti bukanlah menjadi suati ‘pelarian’ lagi, tetapi dapat Anda nikmati tanpa rasa bersalah.

So, what is your innocent pleasure?

@DikaPradipta

0 COMMENTS
LEAVE A COMMENT