Home / Blog / Dialogues (tv/radio/published) / First Jobber, Are You?

28
Feb
First Jobber, Are You?
  • 80 Views
  • 0 Comment
  • dialogues . FIMELA.com .

Berbagai persoalan karir sering kali menimbulkan pertanyaan di kepala kita. Mulai dari masalah beban kerja, masa depan, hingga gaji tak ayal sering mengganggu fokus kita saat bekerja. Banyak orang yang merasa sebagai pekerja tahap awal atau first jobber berpikir kalau mereka harus memulai karirnya dari bawah. Apakah selalu demikian? Simak obrolan FIMELA.com dengan salah satu pakar karir, Alexander Sriewijono.

Mungkin kamu kerap mendengar istilah “first jobber” atau “pekerja tahap awal”. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan pekerja tahap awal? Bagaimana posisi dan beban kerja mereka?

Biasanya semua orang berpandangan bahwa first jobber adalah fresh graduate yang baru terjun ke dunia kerja profesional. “Saya ingin mengubah pandangan orang yang menganggap first jobber adalah orang yang baru selesai kuliah dan baru mengenal dunia kerja. Pekerja tahap awal adalah mereka yang sudah tidak lagi bekerja pada titik nol karena adanya proses bridging antara dunia kerja dan dunia kuliah,” ujar Alex.

Alex juga menegaskan bahwa pekerja tahap awal adalah seseorang yang saat memasuki dunia kerja sudah tahu peran, posisi, dan apa yang akan dia sumbangkan pada perusahaannya tempatnya bekerja. Pekerja tahap awal adalah mereka yang masih berada pada posisi belajar untuk menambah kemampuan dan kredibilitasnya dalam dunia kerja.

Sebenarnya bagaimana kehidupan karir dunia pekerja tahap awal ini? “Katanya sih, first jobber memang harus memulai karir dari awal. Hitung-hitung untuk menambah pengalaman kerja,” Keni yang berprofesi sebagai Account Executive sebuah media ikut berkomentar. Sedangkan menurut Alex “Kehidupan karir mereka sebenarnya berada pada titik pertemuan antara ekspektasi dan realitas. Mungkin saja saat bekerja mereka langsung mendapatkan gaji tinggi dan tanggung jawab besar. Jika kualitas mereka memang layak untuk mendapatkan kerja dengan gaji tinggi mereka pasti bisa mendapatkannya. IPK tinggi tidak bisa menjamin itu semua.”

Saat akan menjalani interview kerja, sebaiknya kamu cari tahu tentang beban kerja dan gaji di perusahaan tersebut dari teman. “Mencari tahu gaji dari teman boleh saja, tapi kita harus sadar diri. Apakah kita termasuk yang terbaik di dunia tersebut. Dari situlah kamu bisa menentukan harga kamu di pasaran,” Alex menjelaskan. Alex juga menambahkan bahwa akan lebih baik seseorang memperhitungkan kontribusinya dalam pekerjaan. Semakin banyak kita berkontribusi maka gaji dan posisi dengan sendirinya akan menyesuaikan.

Pekerjaan pertama memang biasanya hanya dijadikan pelajaran dan sekadar untuk menambah pengalaman. Tapi, rasanya nggak bijak kalau kita bekerja sekadarnya cuma karena alasan ‘cuma buat belajar’. “Sebenarnya perjalanan karir pekerja tahap pertama selama beberapa tahun ke depan, merupakan proses memperkaya kemampuan dan kredibilitas. Lama waktu dalam bekerja tidak menjamin kualitas kerja kita. Kemampuan employee activity yang kita miliki sangat menentukan nilai kita nantinya. Employee activity merupakan pilar-pilar berupa kemampuan kita bekerja pada sebuah perusahaan, baik masih dalam satu divisi, maupun saat pindah ke divisi lain pada perusahaan yang sama. Seseorang yang bekerja sungguh-sungguh selama 1 tahun bisa saja kualitasnya disamakan dengan orang yang bekerja selama 5 tahun dengan ala kadarnya,” Alex menjelaskan.

By Syarahsmanda Sugiartoputri for FIMELA.com
Source: First Jobber, Are You?

0 COMMENTS
LEAVE A COMMENT