Home / Blog / Events / Back To The Future

02
Mar
Back To The Future
Back To The Future
  • 80 Views
  • 5 Comments
  • events . Universitas Indonesia .

Kampus Psikologi UI saya tinggalkan di Januari 1995.  Kembali lagi ke kampus di Depok ini untuk berdiskusi dengan rekan-rekan di program S2-nya tentunya menjadi saat-saat yang menyenangkan dan tidak sekedar mengajar 2 SKS dalam 4 jam.

Materi yang didiskusikan lebih ke arah best practices yang terkait dengan implementasi psikologi dalam dunia nyata, dan buat saya sangat penting untuk mempertanyakan rekan-rekan tersebut mau ‘berperan’ jadi apa nantinya.

Proses diskusinya seakan-akan saya begitu usilnya dengan bertanya 1000 kata tanya ‘why‘.  Mengapa mau jadi konselor perkawainan, mengapa mau jadi seksolog, mengapa mau jadi kriminolog, dst.

Buat saya masa depan bukanlah sekedar punya profesi yang terdengar mentereng, atau kaya’nya seru, tetapi harus dengan alasan yang kuat mengapa mau berkarya sebagai itu dan apa yang bisa dikontribusikan.

Jawaban-jawaban yang sekedar ‘wacana’ tidak akan lewat begitu saja dalam proses diskusi itu.

“Saya mau lebih meng-empower perempuan”

Why?

“Karena perempuan adalah sekolah pertama bagi anaknya”

Terdengar indah, but why?

“Ya karena memang anak lebih dekat dengan ibunya dan akan berkembang pertama kali lewat ibunya.”

Tidak salah, tapi mengapa tidak bapaknya juga yang diberdayakan?

“…….”

Menurut saya, saat ini yang juga perlu diberdayakan juga adalah pria-prianya.  Emansipasi pria dalam berbagi peran di keluarga.  Tidak sedikit perempuan yang justru jadi the bread winner, dan apakah prianya sudah siap untuk berperan lebih banyak di rumah?  Bagaimana dengan pria yang merasa pria hanya dengan kekuatan ototnya, dan justru melakukan domestic violence?

Perempuan sebagai sekolah pertama bagi anaknya tidak salah, tapi juga perlu diimbangi dengan upaya pencegahan pengrusakan ‘sekolah’ tersebut dari sang pria dengan menjadi contoh yang salah.

Jaman mungkin memang sudah berubah.  Text book mungkin tidak secepat itu ada edisi revisinya. Pertanyakan peran yang bisa kita lakukan untuk mampu memberikan kontribusi di masa kini dan masa datang, tidak sekedar menjadi apa di masa datang.

Sukses buat rekan-rekan semua.

@alexsriewijono

5 COMMENTS
  1. admin
    March 5, 2011 Reply

    It’s #MyGratitude time!! Awalnya antipati terhadap kuliah hari ini but mas @alexsriewijono really made my day! 🙂 Hapsari K. Nugrahani – @hnyhkn

  2. admin
    March 5, 2011 Reply

    Hari ini jadi semakin jatuh cinta sama Psikologi, thanks mas Alex sriewijono for the inspiration and insights! ? @PuspitaRucita

  3. admin
    March 5, 2011 Reply

    Thank you Mas Alex dan Dika udah menambah inspirasi yang semoga dapat dimanfaatkan untuk orang lain :)@lidwina_sonia

  4. admin
    March 5, 2011 Reply

    Well, kalo @PustikaRucita semakin jatuh cinta sama psikologi, saya jadi tambaih cnta sama kehidupan mas 😀 thanks Mas @alexsriewijono for the chance. Hersya Septyani – @HersyaS

  5. admin
    March 5, 2011 Reply

    Materi dari Mas Alex Sriewijono hari ini inspiring loh, Bahkan masuk ke dalam list #MyGratitude beberapa teman kelas gue. @opienovita

LEAVE A COMMENT