Home / Blog / Quit from Your Job

23
Dec
Quit from Your Job
  • 80 Views
  • 0 Comment
  • articles .

Awal tahun 2010, pertama kali secara serius saya memikirkan untuk keluar dari pekerjaan. Ceritanya waktu itu karena merasa tidak berkembang di karir, komunikasi dengan atasan tidak harmonis lagi dan alasan lainnya. Suatu hari masih di tahun yang sama, dalam kondisi emosi tingkat tinggi saya melapor ke bagian HRD akan resign dalam waktu dekat. Info yang sama saya sebarkan ke teman-teman terdekat juga. Dampaknya, salah satu teman saya keluar dari pekerjaannya dan saya dipanggil kepala HRD untuk berdamai dengan atasan saya. Saya tidak jadi resign pada akhirnya di tahun itu.

Teman saya yang berhenti bekerja itu dulunya adalah seorang Research Executive dengan karir yang cemerlang tetapi waktu bersama keluarga (dia baru saja memiliki bayi) terasa semakin berkurang. Di sisi lain, pilihannya untuk terus berkarir dalam menunjang keuangan keluarga.

Hal yang sama mungkin terjadi bagi sebagian orang, dilema antara keinginan untuk keluar dari pekerjaan dengan berbagai situasi seperti merasa prinsip pribadi yang berbeda dengan perusahaan, jenjang karir yang tidak berkembang seperti diharapkan, peluang berbisnis sendiri, family reason (pasangan ingin kita berhenti bekerja sampai keinginan untuk mendapatkan keturunan) yang dibandingkan dengan benefits yang diterima plus tidak ada jaminan diluar dunia pekerjaan akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Topik ‘Quit from your job’ ini dibahas oleh radio Cosmopolitan 90.4 FM beberapa waktu lalu dengan nara sumber Mas Alexander Sriewijono dan Andika Pradipta. Hal pertama yang terlontar adalah bukan KAPAN tetapi MENGAPA kita mau keluar dari pekerjaan. Berkaitan erat dengan apa yang menjadi target dan prioritas dalam fase kehidupan sekarang ini.

Teman saya itu meninggalkan karirnya, siap untuk menempuh resiko kehilangan semua kenyamanan fasilitas dari pekerjaannya demi waktu yang lebih maksimal dengan si buah hati. Tidak lama, dia mendapatkan pekerjaan sebagai guru di sebuah lembaga bahasa asing dan baru saja dikaruniai anak kedua. Saya melihatnya sebagai sosok yang mendapatkan apa yang penting baginya, waktu bersama keluarga, skill-nya dalam bahasa asing tersalurkan dengan baik dan setiap kami bertemu, saya tahu dia bahagia dengan kehidupan yang dijalaninya.

Berhenti bekerja tidak berarti berhenti berkarya, apakah sebagai ibu rumah tangga atau pekerja di industri atau bidang yang berbeda. Berhenti bekerja ibarat sebuah buku dengan chapter baru. Chapter baru itu masih memiliki hubungan dengan bab sebelumnya. Kegiatan kita mungkin berbeda dari kehidupan pekerjaan sebelumnya tetapi kita masih memiliki tanggung jawab yang sama untuk membuatnya menjadi a passionate life.

Berhenti bekerja tidak berarti tertutup kemungkinan untuk kembali lagi berkarir di masa depan. Tentunya selama rentang waktu tersebut banyak sekali perubahan di dunia pekerjaan. Oleh karena itu penting untuk tetap meng-up date informasi terkini baik dari media massa maupun networking dengan teman maupun rekan-rekan kerja.

Yang seru ternyata ada kejadian dimana karyawan yang menyebarkan berita negatif tentang perusahaan tempatnya bekerja ataupun ‘mantan’ tempatnya bekerja. Sangat disayangkan karena tindakan tersebut tidak menjadi solusi bagi siapa pun tetapi justru merugikan berbagai pihak.

Saya beruntung, cerita di tahun 2010 itu tidak berakhir dengan saya sukses resign. Sekarang saya bisa melihat itu bisa jadi kesalahan terbesar dalam karir saya karena menghancurkan fondasi hubungan dengan rekan-rekan kerja saya. Saya beruntung masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki situasi yang terjadi. Dan, saat tiba waktunya untuk melangkah keluar, I got the sweetest farewell moment ever.

Last, buat saya penting untuk picky dalam menentukan pilihan apa yang akan dilakukan setelah berhenti dari bekerja. Lakukan apa yang terpenting bagi kita dengan passion. Temukan tempat untuk belajar lebih banyak lagi makna kehidupan dan berkontribusi dengan bakat yang kita punya. Life to the fullest!

Love,

Irmayani Sembiring

just quitting my job last month…and FOUND a better one

0 COMMENTS
LEAVE A COMMENT