17
Mar
Family Business
Family Business
  • 82 Views
  • 0 Comment
  • CosmoCareer . dialogues .

Di era modern seperti sekarang ini, ternyata masih banyak perusahaan yang menganut sistem kekeluargaan, dimana pimpinan perusahaan dipegang oleh pendiri perusahaan itu kemudian diikuti oleh anggota keluarganya. Perusahaan seperti ini tentunya memiliki sisi positif dan negatif baik bagi pemiliknya ataupun para pegawainya. Hal-hal apa sajakah yang perlu menjadi perhatian bagi pemilik ataupun pegawai yang bekerja di perusahaan yang menganut sistem kekeluargaan ini?

Obrolan di Career Dialogue di @CosmopolitanFM bersama @alexsriewijono dan @DikaPradipta kali ini pun mendiskusikan tentang selak beluk Family Business.

Latar belakang berdirinya suatu perusahaan keluarga adalah keinginan untuk mendirikan suatu usaha bersama, dimana dikelola oleh sebagian besar anggota keluarga karena kepercayaan yang tinggi. Namun, apakah kepercayaan yang tinggi tersebut dapat menjanjikan usaha yang dijalankan dapat berjalan dengan sempurna? Ternyata masih banyak sekali kita melihat perselisihan di perusahaan keluarga, dimana masing-masing anggota keluarga yang terlibat dalam perusahaan tersebut lebih mementingkan harta dan saham yang ia miliki. Lalu apa yang sebaiknya dilakukan agar usaha keluarga dapat tetap berjalan dengan mulus?

Clarity dan fairness adalah kunci utama bagi mereka yang menjalankan usaha keluarga. Kejelasan aturan main, baik dalam hal pembagian keuntungan, ataupun sanksi-sanksi harus ditetapkan dengan jelas, dipahami dan disetujui bersama, serta dijalankan dengan benar dan konsisten. Keadilan juga menjadi hal penting bukan hanya bagi para pemilik perusahaan, namun bagi para pekerja yang ada. Segala peraturan harus jelas dan terbuka. Sehingga, segala peristiwa yang terjadi dapat dinilai dengan objektif. Kepercayaan penting, namun jika tidak didukung oleh suatu peraturan yang jelas, maka sama artinya dengan membuka peluang untuk terjadinya berbagai macam permasalahan. Ingat, Anda menjalankan usaha bersama manusia yang memiliki ego serta ambisi, bukan dengan mesin ataupun robot yang hanya fokus dapat menjalankan fungsinya tanpa memiliki hal-hal lainnya.

Satu hal penting yang juga perlu untuk dipahami dalam suatu perusahaan keluarga adalah kompetensi. Jangan melibatkan anggota keluarga hanya karena nama besar keluarga, tapi apakah ia memiliki kompetensi untuk menduduki suatu posisi di perusahaan tersebut, dan mampu membantu kelancaran jalannya usaha yang ada, atau malah sebaliknya?. Ingat, lebih baik usaha tetap dapat berjalan dan terus berkembang walaupun dijalankan oleh anggota diluar keluarga yang kompeten, dibandingkan tetap dijalankan anggota keluarga namun malah menghancurkan usaha tersebut.

@DikaPradipta

0 COMMENTS
LEAVE A COMMENT