“Guilty pleasure gw di tempat kerja adalah nonton film di komputer gw, pas lagi stres banget sama kerjaan” – X
“Guilty pleasure di kantor adalah ngomongin gaya pakaian orang-orang di kantor sama sahabat gw di kantor” – Y
“Guilty pleasure gw di kantor adalah bisa flirting sama klien yang ganteng pas lagi meeting” – Z
Apakah guilty pleasure Anda? Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali guilty pleasure yang dilakukan, dari makan cheese cake di malam hari, sampai mendengarkan lagu Britney Spears ketika sendirian didalam mobil. Begitupun ketika berada di kantor, banyak sekali guilty pleasure yang dapat dilakukan. 3 contoh diatas adalah beberapa contoh nyata yang terjadi. (more…)
Smell good, smell fun…
Perfume sudah tidak asing lagi digunakan, mulai dari yang beraroma segar sampai beraroma memabukkan, mulai dari harga kaki lima sampai harga tak masuk akal. Memilih parfume ternyata tidak mudah, aroma yang kita sukai belum tentu cocok dengan aroma tubuh kita sendiri, sehingga tidak menghasilkan kolaborasi yang enak untuk dinikmati oleh orang lain.
Aroma tertentu bisa jadi membuat mood seseorang jadi baik atau sebaliknya, nah seni memilih aroma ini yang harus kita kuasai. Pasti akan sangat menyenangkan jikalau rekan kita dikantor yang tadinya sedang tak bersemangat, namun karena di stimulasi aroma segar dan harum tiba-tiba bisa bersemangat kembali, atau yang tadinya sedang dalam keadaan marah karena mengecap aroma lembut menyejukkan menjadi calm down.
Memberikan “aroma” dalam bekerja sebaiknya dilakukan dengan cara baik yang menyenangkan. Kontribusi yang bisa kita berikan hendaknya selaras dengan kebutuhan dan kemampuan kita sendiri.
Pilihan aroma rasa ada ditangan anda. Apa “aroma” Anda? Apa arti “perfume” bagi Anda dalam karir? Mari share di #tweet2think minggu ini
Mercusuar, indah di saat cuaca bersahabat, dan berarti di saat cuaca buruk. Bagaimana dengan kita?
Warna asli kita seringkali justru terlihat saat ‘cuaca buruk’, situasi yang menekan atau tersudut. Cari selamat sendiri-sendiri, boro-boro terpikir bantu orang lain.
Kematangan diri kitalah yang bisa membuat kita bisa ‘berperan’ di segala macam cuaca. Jadikan badai dan terjangan ombak sebagai ujian ketangguhan mental, dan membuat kita tetap tangguh berdiri dan berperan. (more…)
Ketika sel-sel di badan mulai tumbuh di luar kontrol, ia bermutasi menjadi kanker. Ketika pikiran-pikiran di kepala kita mulai mengkontrol kehidupan kita, itupun kanker.
Seperti sel, pikiran pun bisa sehat maupun berbahaya bagi kita. Bedanya, kita bisa memiliki kontrol terhadap pikiran kita. (more…)
Bila kerja seharusnya menciptakan, menjaga, memperindah kehidupan, dan bukan sekedar untuk mencari penghidupan.
Kalimat itu begitu kami yakini di Daily Meaning, bahkan menjadi tagline kami: “when work should be more than just a source of Daily Bread“.
Apakah ini sekedar kalimat indah dengan permainan kata ‘kehidupan bukan kehidupan’ semata? TIDAK. Sama sekali tidak.
Penjabarannya dalam nafas sehari-hari begitu kentalnya dan menjadi pegangan dalam mencapai 2 tujuan yang kita sepakati bersama: credible as a professional and happy as a human being! (more…)
Kemacetan di Jakarta bukanlah menjadi suatu hal yang asing bagi seluruh penduduknya. Kendaraan bermotor yang berbaris hingga sepanjang puluhan meter di jalan raya merupakan pemandangan rutin di pagi hari bagi warga Jakarta. Bagaimana tidak?! Jakarta dengan jumlah penduduk lebih kurang 8 juta jiwa, bertambah dua kali lipat pada pagi hingga sore hari menjadi lebih kurang 15 juta jiwa, karena banyaknya para komuter yang mencari nafkah di kota ini.
Jika kita melihatnya dari kacamata positif, kemacetan di Jakarta adalah salah satu hal yang membuat para investor berani untuk berinvestasi, karena kemacetan yang terjadi menandakan pola kehidupan warganya yang sangat dinamis. Namun, bagaimana jika kita melihatnya dari kacamata negatif? (more…)








