Setiap manusia lahir dalam keluarga. Terlepas dari keluarga yang lengkap, hanya ada ibu atau ayah atau dibesarkan dalam keluarga angkat, setiap orang memiliki keluarga. Dalam perkembangannya, masing-masing anggota keluarga akan menyerap kebiasaan, budaya dan nilai-nilai yang dianut oleh keluarga tersebut. Berkembang lagi dengan pengaruh dari lingkungan luar (pertemanan, sekolah, lingkungan kantor, dan seterusnya). Masing-masing kemudian membentuk borderline dalam diri seseorang baik secara personal maupun pada nilai kelompok dimana dia bergabung.
Topik borderline ini dibahas oleh Cosmopolitan 90.4FM beberapa waktu lalu dalam sesi #CosmopolitanCareer yang menerima tanggapan dari para Cosmoner tentang border line mereka, diantaranya:
“tidak membagi pin BB pribadi, akun FB dan Twitter terutama kepada bos. #borderline” dan juga kryawan :p” (@fisherry)
“If u have concern at work, talk to your boss. Don’t twit it or put on FB. Won’t solve the problem, might even create one.”(@niekegarnia)
“di kantor ada kesepakatan tdk tertulis u/ tdk becanda yg menyangkut Ortu & marga.Maklum batak semua,Sensitif euy #borderline”(@putri_CSM) (more…)
Di @metroTV tanggal 11 Mei 2011 yang lalu, Mas Alex (@alexsriewijono) asik membicarakan tentang dehumanisasi di dunia kerja di @811show dengan Mas Tommy Tjokro dan Mbak Prita Laura.
Merasa dimanusiakan dlm bekerja itu penting. Tidak dimanusiakan saat kerja oleh orang lain sudah parah, tetapi lebih kacau lagi kalau kita yang tidak memanusiakan diri sendiri. Pernah merasa tidak dimanusiakan atau malah justru pelakunya? Menjadi manusia yang berkarya atau yang sekedar diperkerjakan? Dehumanisasi seringkali bukan dimulai dari orang lain, tetapi justru dari diri sendiri. Tantang diri Anda sendiri untuk tidak ditanya “apa kerjamu” tapi “apa karyamu”
Dehumanisasi. Proses tak disadari karena tuntutan jaman atau disadari dan dibiarkan karena terjadi degradasi value?
Bagi Anda yang tidak sempat menonton diskusinya, dengarkan insightnya di sini:
Apa arti dehumanisasi bagi Anda? Bagaimana menghentikannya?
Dalam hidup, membuat suatu perencanaan adalah hal yang penting, sehingga segala sesuatu dapat berjalan sesuai dengan keinginan. Begitupun dalam pekerjaan. Perencanaan kegiatan sehari-hari perlu dilakukan agar tidak ada satupun pekerjaan yang lupa untuk diselesaikan. Namun, bagaimanakah membuat rencana kegiatan yang baik?
Ngobrol bersama di @CosmopolitanFM bersama @alexsriewijono dan @DikaPradipta kali ini pun membahas tentang “To Do List.” Bagaimana sih cara memiliki To Do List yang memang membantu kita dan tidak hanya memanjakan kita?
Hal utama yang harus dipahami dalam membuat suatu rencana kegiatan adalah pahami diri Anda. Perencanaan yang baik tidak akan dapat terlaksana jika ternyata tidak sesuai dengan diri Anda. Dengan memahami cara kerja Anda, jam energi optimal Anda, serta kekurangan Anda, maka rencana kerja yang dibuat juga akan menjadi lebih realistis. (more…)
Di Majalah FEMME edisi 019, Th 11, 18-31 Maret 2011 ini, Mbak Ika (@aristiwidya) sempat berbagi tips-tips praktis untuk manajemen waktu. Terima kasih Gita yang telah menuliskannya dengan sangat cantik. Apa saja insightnya? Silahkan lihat di sini. (more…)
Di era modern seperti sekarang ini, ternyata masih banyak perusahaan yang menganut sistem kekeluargaan, dimana pimpinan perusahaan dipegang oleh pendiri perusahaan itu kemudian diikuti oleh anggota keluarganya. Perusahaan seperti ini tentunya memiliki sisi positif dan negatif baik bagi pemiliknya ataupun para pegawainya. Hal-hal apa sajakah yang perlu menjadi perhatian bagi pemilik ataupun pegawai yang bekerja di perusahaan yang menganut sistem kekeluargaan ini?
Obrolan di Career Dialogue di @CosmopolitanFM bersama @alexsriewijono dan @DikaPradipta kali ini pun mendiskusikan tentang selak beluk Family Business. (more…)
Dalam membangun karir, terkadang orang tidak menyadari bagaimana seharusnya memposisikan diri secara proper dan professional saat berinteraksi baik itu dengan pihak eksternal seperti clients, maupun secara internal seperti dengan anak buah, rekan se-level, maupun dengan atasan. Ini yang menjadi diskusi menarik di @811show MetroTV kali ini antara Alexander Sriewijono (@alexsriewijono) dan Prabu Revolusi (@praburevolusi)
Saat berhubungan dengan orang lain dengan atribut yang berbeda dari kita baik dari segi jabatan, usia, masa kerja, level pendidikan, besarnya gaji, nama besar perusahaan, terkadang dapat mempengaruhi cara kita memposisikan diri dan berkomunikasi. (more…)
Sewaktu jalan-jalan ke toko buku akhir pekan kemarin, melihat buku yang judulnya Nice Girls Don’t Get the Corner Office: 101 Unconscious Mistakes Women Make That Sabotage Their Careers. Cukup mengundang juga judulnya, karena memang mempertanyakan hubungan antara perempuan dan karir-nya yang sepertinya seperti serba salah. Bila pria tegas, maka Ia dikenal “tegas” dan perempuan dikenal “galak.” Bila pria tidak tersenyum, Ia berwibawa, dimana perempuan dikenal “jutek.” Bagaimana menghadapi semua stereotype ini?
Diskusi live di Breakfast Club @cosmopolitanFM kali ini pun seru, karena yang hadir di acara temu cosmoners kali ini pun 80% perempuan. Apa tips-tipsny kali ini untuk perempuan di tempat kerja? (more…)
Di dalam perbincangan mengenai karir antara Mas Alexander Sriewijono (@alexsriewijono) dengan Mas Prabu Revolusi (@praburevolusi) di acara The 8 Eleven Show (@811show), Metro TV, Senin 07 Maret 2011, Mas Prabu menanyakan mengenai fenomena dimana orang kemudian terjebak dalam jurang pesimisme dan situasi serba tidak ideal yang seolah-olah memaksa seseorang untuk menyerah. Banyak contoh nyata dimana seseorang harus berhadapan dengan pekerjaan yang tidak disukai/diminati, bekerja keras untuk gaji yang pas-pas-an, menunggu promosi pekerjaan yang tidak kunjung datang, atasan yang very difficult to please, dan sebagainya. Hal-hal tersebut adalah contoh-contoh situasi yang sulit untuk dihadapi namun perlu dipikirkan jalan keluar yang paling ideal, if not, ‘obat’ yang paling manjur untuk mengatasinya. (more…)
Majalah FEMME pun berdiskusi asik dengan Mas Alexander Sriewijono (@alexsriewijono) tentang bagaimana sih caranya bisa sukses bekerja dalam tim? Di Edisi 018, Th 11, 04-17 Maret 2011 inilah tertampilkan hasil diskusi asik dengan Githa Nila Maharkesri. (more…)
Dalam dunia kerja, banyak sekali orang yang dituntut untuk melakukan hal-hal diluar hati nuraninya demi kepentingan karir. Dari hal yang paling sederhana, seperti enggan untuk bergaul dengan teman sekantor yang jabatannya lebih rendah, hingga yang lebih kompleks, seperti mengadu domba rekan sekantornya agar ia dapat naik jabatan. Apakah office politic merupakan satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk dapat memperoleh sesuatu yang diinginkan di tempat kerja?
Jika kita mencoba menelusuri satu per satu, banyak sekali hal yang melatarbelakangi orang untuk melakukan office politic. Insecurity atau rasa tidak nyaman pada diri sendiri, dapat menjadi salah satu penyebabnya. Kesadaran akan kurangnya kompetensi yang dimiliki sebagai seorang profesional, yang pada akhirnya membuat dirinya merasa tidak nyaman dan terancam, membuat orang berpikir mencari jalan lain yang tetap dapat membuatnya bertahan di tempat kerja. Office politic adalah salah satu jalan keluar yang sering dijadikan pilihan utama. (more…)








