Di @metroTV tanggal 11 Mei 2011 yang lalu, Mas Alex (@alexsriewijono) asik membicarakan tentang dehumanisasi di dunia kerja di @811show dengan Mas Tommy Tjokro dan Mbak Prita Laura.
Merasa dimanusiakan dlm bekerja itu penting. Tidak dimanusiakan saat kerja oleh orang lain sudah parah, tetapi lebih kacau lagi kalau kita yang tidak memanusiakan diri sendiri. Pernah merasa tidak dimanusiakan atau malah justru pelakunya? Menjadi manusia yang berkarya atau yang sekedar diperkerjakan? Dehumanisasi seringkali bukan dimulai dari orang lain, tetapi justru dari diri sendiri. Tantang diri Anda sendiri untuk tidak ditanya “apa kerjamu” tapi “apa karyamu”
Dehumanisasi. Proses tak disadari karena tuntutan jaman atau disadari dan dibiarkan karena terjadi degradasi value?
Bagi Anda yang tidak sempat menonton diskusinya, dengarkan insightnya di sini:
Apa arti dehumanisasi bagi Anda? Bagaimana menghentikannya?
Dalam membangun karir, terkadang orang tidak menyadari bagaimana seharusnya memposisikan diri secara proper dan professional saat berinteraksi baik itu dengan pihak eksternal seperti clients, maupun secara internal seperti dengan anak buah, rekan se-level, maupun dengan atasan. Ini yang menjadi diskusi menarik di @811show MetroTV kali ini antara Alexander Sriewijono (@alexsriewijono) dan Prabu Revolusi (@praburevolusi)
Saat berhubungan dengan orang lain dengan atribut yang berbeda dari kita baik dari segi jabatan, usia, masa kerja, level pendidikan, besarnya gaji, nama besar perusahaan, terkadang dapat mempengaruhi cara kita memposisikan diri dan berkomunikasi. (more…)
Di dalam perbincangan mengenai karir antara Mas Alexander Sriewijono (@alexsriewijono) dengan Mas Prabu Revolusi (@praburevolusi) di acara The 8 Eleven Show (@811show), Metro TV, Senin 07 Maret 2011, Mas Prabu menanyakan mengenai fenomena dimana orang kemudian terjebak dalam jurang pesimisme dan situasi serba tidak ideal yang seolah-olah memaksa seseorang untuk menyerah. Banyak contoh nyata dimana seseorang harus berhadapan dengan pekerjaan yang tidak disukai/diminati, bekerja keras untuk gaji yang pas-pas-an, menunggu promosi pekerjaan yang tidak kunjung datang, atasan yang very difficult to please, dan sebagainya. Hal-hal tersebut adalah contoh-contoh situasi yang sulit untuk dihadapi namun perlu dipikirkan jalan keluar yang paling ideal, if not, ‘obat’ yang paling manjur untuk mengatasinya. (more…)
Dari begitu banyaknya hal negatif yang ada di sekitar kita, baik dari lingkungan kerja ataupun media sosial, masih ada kontrol di tangan kita untuk melakukan sesuatu. Salah satunya adalah dengan menerapkan #blissipline, dimana kita secara teratur menciptakan kebahagiaaan dan kesenangan dari kegiatan yang kita lakukan. Diskusi bersama Prabu Revolusi (@praburevolusi) kali ini seru sekali. (more…)
Bila Anda punya uang 2 juta rupiah, tanpa ada harta warisan atau tabungan lainnya, Anda mau pergi berlibur kemana 6 bulan dari sekarang?
Jawaban Bali, Jogja, Bandung, Bangka, Singapore dll mungkin yang akan paling banyak terdengar. Salahkah, tidak juga, karena tempat-tempat itu memang juga bagus dan Anda bilang Anda hanya punya 2 juta rupiah.
Tapi bagaimana bila ada yang menjawab London, Paris, New York, Milan, Tokyo dan tempat-tempat yang tidak terjangkau dengan hanya 2 juta rupiah? Salahkah? Siapa yang salah? (more…)








