(please click the picture to enlarge)
What comes in your mind when you first hear the word ‘Daily Meaning’?
Are you thinking of a bread store or newspaper or maybe something else?
Well, actually we enjoy every moment explaining the meaning of our company’s name to everyone who ask, because the name itself represent the value that every member of our company believes and lives in.
So, once someone describe us through her writing, it’s totally AWESOME! Annisa, the writer, wrote a very beautiful and charming article how she saw and felt our values through a casual but insightful conversation last Desember.
Enjoy the article from Annisa Dharma, Contributor of Kemang Buzz (published on January 2012). (more…)
Menjelang akhir bulan Januari, masihkah ingat dengan resolusi tahun 2012 yang dibuat? Hal-hal yang ingin dicapai, baik yang sederhana sampai yang kompleks, mempertimbangkan Wants VS Needs.
Tulisan Mas Alexander Sriewijono di Wonderful Life magazine berikut ini sebagai catatan di akhir bulan pertama tahun ini. “Resolusi harus punya nyawa yang Anda yakini, sebagai satu alasan yang kuat untuk Anda perjuangkan pencapaiannya”
Enjoy the article! Keep up the spirit of wonderful journey this year. (more…)
Setiap manusia lahir dalam keluarga. Terlepas dari keluarga yang lengkap, hanya ada ibu atau ayah atau dibesarkan dalam keluarga angkat, setiap orang memiliki keluarga. Dalam perkembangannya, masing-masing anggota keluarga akan menyerap kebiasaan, budaya dan nilai-nilai yang dianut oleh keluarga tersebut. Berkembang lagi dengan pengaruh dari lingkungan luar (pertemanan, sekolah, lingkungan kantor, dan seterusnya). Masing-masing kemudian membentuk borderline dalam diri seseorang baik secara personal maupun pada nilai kelompok dimana dia bergabung.
Topik borderline ini dibahas oleh Cosmopolitan 90.4FM beberapa waktu lalu dalam sesi #CosmopolitanCareer yang menerima tanggapan dari para Cosmoner tentang border line mereka, diantaranya:
“tidak membagi pin BB pribadi, akun FB dan Twitter terutama kepada bos. #borderline” dan juga kryawan :p” (@fisherry)
“If u have concern at work, talk to your boss. Don’t twit it or put on FB. Won’t solve the problem, might even create one.”(@niekegarnia)
“di kantor ada kesepakatan tdk tertulis u/ tdk becanda yg menyangkut Ortu & marga.Maklum batak semua,Sensitif euy #borderline”(@putri_CSM) (more…)
Di @metroTV tanggal 11 Mei 2011 yang lalu, Mas Alex (@alexsriewijono) asik membicarakan tentang dehumanisasi di dunia kerja di @811show dengan Mas Tommy Tjokro dan Mbak Prita Laura.
Merasa dimanusiakan dlm bekerja itu penting. Tidak dimanusiakan saat kerja oleh orang lain sudah parah, tetapi lebih kacau lagi kalau kita yang tidak memanusiakan diri sendiri. Pernah merasa tidak dimanusiakan atau malah justru pelakunya? Menjadi manusia yang berkarya atau yang sekedar diperkerjakan? Dehumanisasi seringkali bukan dimulai dari orang lain, tetapi justru dari diri sendiri. Tantang diri Anda sendiri untuk tidak ditanya “apa kerjamu” tapi “apa karyamu”
Dehumanisasi. Proses tak disadari karena tuntutan jaman atau disadari dan dibiarkan karena terjadi degradasi value?
Bagi Anda yang tidak sempat menonton diskusinya, dengarkan insightnya di sini:
Apa arti dehumanisasi bagi Anda? Bagaimana menghentikannya?
Dalam hidup, membuat suatu perencanaan adalah hal yang penting, sehingga segala sesuatu dapat berjalan sesuai dengan keinginan. Begitupun dalam pekerjaan. Perencanaan kegiatan sehari-hari perlu dilakukan agar tidak ada satupun pekerjaan yang lupa untuk diselesaikan. Namun, bagaimanakah membuat rencana kegiatan yang baik?
Ngobrol bersama di @CosmopolitanFM bersama @alexsriewijono dan @DikaPradipta kali ini pun membahas tentang “To Do List.” Bagaimana sih cara memiliki To Do List yang memang membantu kita dan tidak hanya memanjakan kita?
Hal utama yang harus dipahami dalam membuat suatu rencana kegiatan adalah pahami diri Anda. Perencanaan yang baik tidak akan dapat terlaksana jika ternyata tidak sesuai dengan diri Anda. Dengan memahami cara kerja Anda, jam energi optimal Anda, serta kekurangan Anda, maka rencana kerja yang dibuat juga akan menjadi lebih realistis. (more…)
Di Majalah FEMME edisi 019, Th 11, 18-31 Maret 2011 ini, Mbak Ika (@aristiwidya) sempat berbagi tips-tips praktis untuk manajemen waktu. Terima kasih Gita yang telah menuliskannya dengan sangat cantik. Apa saja insightnya? Silahkan lihat di sini. (more…)
Di era modern seperti sekarang ini, ternyata masih banyak perusahaan yang menganut sistem kekeluargaan, dimana pimpinan perusahaan dipegang oleh pendiri perusahaan itu kemudian diikuti oleh anggota keluarganya. Perusahaan seperti ini tentunya memiliki sisi positif dan negatif baik bagi pemiliknya ataupun para pegawainya. Hal-hal apa sajakah yang perlu menjadi perhatian bagi pemilik ataupun pegawai yang bekerja di perusahaan yang menganut sistem kekeluargaan ini?
Obrolan di Career Dialogue di @CosmopolitanFM bersama @alexsriewijono dan @DikaPradipta kali ini pun mendiskusikan tentang selak beluk Family Business. (more…)
Dalam membangun karir, terkadang orang tidak menyadari bagaimana seharusnya memposisikan diri secara proper dan professional saat berinteraksi baik itu dengan pihak eksternal seperti clients, maupun secara internal seperti dengan anak buah, rekan se-level, maupun dengan atasan. Ini yang menjadi diskusi menarik di @811show MetroTV kali ini antara Alexander Sriewijono (@alexsriewijono) dan Prabu Revolusi (@praburevolusi)
Saat berhubungan dengan orang lain dengan atribut yang berbeda dari kita baik dari segi jabatan, usia, masa kerja, level pendidikan, besarnya gaji, nama besar perusahaan, terkadang dapat mempengaruhi cara kita memposisikan diri dan berkomunikasi. (more…)
Sewaktu jalan-jalan ke toko buku akhir pekan kemarin, melihat buku yang judulnya Nice Girls Don’t Get the Corner Office: 101 Unconscious Mistakes Women Make That Sabotage Their Careers. Cukup mengundang juga judulnya, karena memang mempertanyakan hubungan antara perempuan dan karir-nya yang sepertinya seperti serba salah. Bila pria tegas, maka Ia dikenal “tegas” dan perempuan dikenal “galak.” Bila pria tidak tersenyum, Ia berwibawa, dimana perempuan dikenal “jutek.” Bagaimana menghadapi semua stereotype ini?
Diskusi live di Breakfast Club @cosmopolitanFM kali ini pun seru, karena yang hadir di acara temu cosmoners kali ini pun 80% perempuan. Apa tips-tipsny kali ini untuk perempuan di tempat kerja? (more…)








