Week 29: Who Do You Love More?
Antara rasa, kata dan perilaku, sebenarnya siapa yang kita lebih sayangi? Lihat cuplikan video dibawah ini, lalu, ingin sekali mendapatkan your thoughts, pendapat, insights untuk blissiplinners yang lain di sini:


Saya pernah protes ketika ada rekan kerja yang berbicara dengan driver pribadi berbeda rasa, kata, dan perilaku; dengan ketika dia berbicara dengan saya; ataupun berbicara dengan bos saya.
Weitsss… itu baru di lingkup pekerjaan; ternyata actual nya: masih ada orang yang rasa, kata dan perilaku yang diungkapkan di-kategorikan berdasarkan dengan siapa -nya? penting gak sih? bos atau bukan? supir atau pembantu? dll…..
So…jangan heran juga, kalau ada yang berbeda rasa, kata dan perilaku antara berbicara dengan suami dan “teman dekat”…( we can easly identify this…hehehe)
Fenomena ini, menyadarkan saya bahwa rasa, kata dan perilaku diungkapkan dengan tetap menghargai individu tersebut sebagai manusia setara. Perlakuan exclusive tentu sangat wajar terutama bagi orang2 istimewa, seperti suami, anak, dll.
Namun, ketika pergeseran terjadi, perlakuan exclusive diberikan pada yang bukan seharusnya, di situ bisa terlihat, bahwa ada niat-niat pribadi yang entah baik atau buruk, ingin dicapai lewat rasa, kata dan perilaku kita.
muter2..yaaaaa…* udah mulai puyeng*…
Semua itu se-simple NIAT.