all
Week 1: How do you sell yourself?
15th Feb 2011 Posted in: all, weekly challenges 36

Hi blissipliners!

Menjual diri terjadi dalam segala situasi, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pekerjaan.

Menjual diri seperti setangkai bunga mawar
. Apa yang membuat bunga mawar memiliki nilai jual yang tinggi? Apakah karena warnanya? Bentuknya? Harumnya? Apakah karena rasa bahagia yang ditimbulkan oleh mereka yang mengamati/berinteraksi dengannya? Atau semuanya?

Tantangan terbesar memang diri sendiri. Dihadapi dengan berbagai tantangan ketika berkomunikasi dengan orang-orang yang memiliki berbagai karakter, pengalaman, jabatan maupun usia. Bagaimana menghadapi rasa minder, tidak pe-de ataupun terlalu pe-de?

Pendekatan pun menentukan. Ketika menjual diri, apakah Anda memberitakan kepada dunia tentang betapa hebatnya Anda atau menghasilkan dampak yang berarti bagi hidup seseorang tersebut? Ketika menjual, apakah tergantung dari kehebatan sebuah produk atau manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh lawan bicara?

Terinspirasi dari Maya Angelou, “I’ve learned that people will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel.

Bila seperti itu, mungkinkah menjual diri bukan tentang apa yang Anda katakan ataupun lakukan, but about how you make them feel good? :)

Dari:
- untuk pelajar – menjual ide ke orang tua, teman, sampai guru/dosen
- istri – meyakinkan suami untuk nonton chick-flick, liburan bersama
- profesional – menjual ide ke atasan, menawarkan produk ke klien, ketika interview
- others – me’minta’ waktu via telepon, mengajak orang yang disukai untuk kencan, first impression, lobbying, networking
- dsb.

Lihat video ini untuk memulai perjalanan Week 1 Anda sambil belajar dari Speed of Trust karya Stephen M.R. Covey tentang 4 Cores of Credibility …

…coba perhatikan cara Anda menjual diri Anda minggu ini. Apa strategi Anda? Apa yang berhasil? Apa yang tidak? Cara seperti apa yang paling efektif dan tentunya paling menyenangkan menurut Anda? Apa arti jual diri bagi Anda?

How do you spread joy through selling yourself?

Share pengalaman #blissipline Anda di sini,
atau via twitter dengan ‘hastag’ #blissipline

Related Posts

36 #blissipline Responses

  1. susah nghubungin / nemuin dosen pembimbing tugas akhir?? gencarkan jurus “kejar kau, kau kutangkap” dengan manis dan sabar. akan saya tunjukkan, bahwa saya begitu bersemangat mengerjakan tugas akhir ini dan tidak ada ynag dapat mengendurkan semangat untuk lulus, termasuk dirinya. yeaa! \m/

       0 likes

    • admin says:

      senang sekali mendengarnya! Semangat terus ya Naftalia, kami di Daily Meaning akan terus men-support Anda :) Thank you for stopping by.

         0 likes

  2. alexander sriewijono says:

    Menjual diri, bukan dengan menetapkan harga, tetapi menampilkan kualitas yang kalau itu terlihat sebagai ‘nilai jual’ oleh orang yang melihatnya, syukurlah. Kalau toh belum ‘terjual’ saat ini, proses menambahkan kualitas itu sendiri sudah menjadi bagian dari #blissipline yang dilakukan seperti layaknya bernapas. Bukan sekedar bernapas, tetapi bernapas dengan benar. Bukan sekedar benar, tetapi juga bermanfaat.

    Hibiscus Rosasinensis, Cumulus Nimbus, bahkan Osteo Pubis. Belajar nama latin Kembang Sepatu, mavam-macam bentuk dan warna awan, hingga tulang kemaluan. Bergunakah saat itu? Mungkin buat nilai ulangan, mungkin buat modal kelulusan SMP. Tapi bisa juga dilihat sebagai ‘nilai jual’ saya kepada ibu dengan mengekspresikan bahwa saya adalah anak yang menghormati beliau yang sudah menyekolahkan saya, dengan pembuktian bahwa saya belajar sebaik-baiknya. Dan ‘nilai jual’ sang ingatan akan Hibiscus Rosasinensis itu apa? Saya bisa jadi teman belajar Zoe Larasati, yang mengekspresikan “look, pelajari segala sesuatu sebaik-baiknya, karena semua hal akan berguna pada waktunya”. Kalau toh Zoe sekarang menaruh ‘respect’ atas nilai jual yang saya kumpulkan 28 tahun yang lalu, maka saya bisa berujar “bersyukur bahwa saya sudah ‘bernafas’ dengan benar di saat itu”.

    Menjual diri tidak hanya pada saat kita harus presentasi, atau saat melobby atasan untuk kenaikan gaji, tapi setiap hari, dengan ‘bernapas’ secara benar dan konsisten.

    Selamat bernapas ‘blissipliners’.

       0 likes

  3. safir says:

    Menjual Diri + Kejujuran = Gratis
    Ketika pulau sumatera diguncang gempa….berdebar hati si Arif yang kala itu kuliah di bandung, bagaimana tidak berguncang ketika mendengar dari berita bahwa kampung halamannya yang terkena bencana. Bergegaslah dia siap2 untuk balik kampung..namun apadinyana uang tak punya? Dia hanya punya modal nekat dan sebait kata dari bundanya “Nak jadilah orang jujur kelak disayang Allah”.
    Pergilah si Arif kepangkalan bis ALS (Antar Lintas Sumatera)….dan dia berkata sejujurnya : Bang saya ndak punya uang sepeserpun cuman saya mesti pulang ke kampung! Dan si Arif menawarkan dirinya akan member i pijatan shiatshu plus refleksi kaki selama perjalanan…akhirnya deal si Arif jadi pulang kampung..+ begitupun selama perjalanan dia selalu jual shiatshu n refleksinya jika ingin makan…akhir cerita si Arif ketemu Bunda yang selamat dipenampungan.(Arif pulang kampung dengan gratis)
    Kita bisa mengambil hikmah dari si Arif ini…bahwa sesuatu itu selalu dinilai dengan uang? Bukankah jaman dulu tidak ada uang? Yang ada adalah barter…baik benda ataupun jasa…yach komunikasikan dengan nilai kejujuran yang jaman sekarang itu udah langka dan mahal harganya.

       0 likes

  4. Menurutku menjual diri seperti orang juAlan produk, yang utama adalah punya modAl , yang kedua punya market dan tau strategi untuk menguasai marketnya dan yang penting selAlU tau diri itu kuncinya sedangkan modal ya harus memiliki brain, skill dan penampilan tentu saja

       0 likes

  5. Menjual diri ya harus bisa membaca sikon dimana kita berada dg siapa , dan tujuan yg jelasm

       0 likes

  6. titik suharti says:

    hai #blissipliners kualitas diri itulah modal utama selain iman selalu bersyukur dalam segala hal bahkan dalam kondisi apapun ,selalu berjuang dengan pedoman jalan Tuhan,sabar dan ikhlas, kepribadian itulah yang kita jual, sebagus apapun seseorang kalau tidak berkepribadian ya ibarat kedondong luarnya aja yang terlihat bagus tetapi dalamnya kurang jelek.

       0 likes

  7. Albertus Isnaryadi says:

    Dear All…

    Untuk menjual diri simple saja

    1. berdamai dulu ama diri sendiri, kadang kita masih kurang sayang ama diri sendiri, bagaimana kita mau jualan kalo produknya tidak bagus karena tidak disayang?

    2. Jalani dan nikmati hidup apa adanya, saat bangun tidur, mandi, sarapan, kerja, ketemu teman, pulang ke rumah, main ama anak istri, just enjoy it!

    3. Beranikan diri bermimpi, lakukan dengan cara khas kita.

    Lagi target mo kelarin kerja praktek & skripsi (jalani,nikmati dan lulus…)

       0 likes

  8. Tidak mudah memang menjual diri apabila tidak memiliki penampilan fisik yg menarik dan ketrampilan komunikasi yg baik serta tidak tahu produk diri kita sendiri. Tetapi bukan berarti tidak bisa. Belajar dari pengalaman meskipun sekarang masih belum merasakan kesuksesan, saya dibilang org kecil dan kurus (tdk menarik), saya sadar bahwa menjual sesuatu atau bahkan menjual kelebihan yang kita miliki memang memerlukan berbagai prasyarat. Paling mudah jika performan kita emang dah dari sananya menarik tetapi bagaimana bila tidak. Perbaiki kedua inner world tersebut. Apapun kondisi (baik fisik dan mental)kita, kita bisa bangun self image dan mind set kita terlebih dahulu dengan lebih baik kemudian biarkan diri Anda terjual dengan sendirinya. Sebenarnya apa yg kita jual adalah bentukan self image dan mind set kita sendiri. Kebanyakan kedua hal tersebut dipengaruhi oleh orang lain, namun jangan biarkan pengaruh negatif atau anggapan yang melemahkan diri kita itu menghalangi munculnya kelebihan yg diberikan oleh Allah SWT. Anda yang pasang harganya lebih dahulu org lain akan membelinya. Jangan biarkan org lain memberikan harga terlebih dahulu. Anda menjual, orang lain yang membayar harganya.

       0 likes

  9. Sri yuniwati says:

    Setelah saya mengikuti video week 1, ada yang mau saya tanyakan tentang jawaban dari “Apakah kualitas/kredibilitas adalah sesuatu yang anda jual (sell) atau anda bangun (build)” mana yg baik?
    Terimakasih

       0 likes

  10. Boby Sri Handayani says:

    Menjual diri, tergantung pada apa akan kita jual yang ada didiri kita. Dan hal tsb berkaitan dengan kebutuhan Pembeli. Mempunyai kwalitas yg baik perlu proses dan konsisten dalam perbaikan. Kwalitas diri yg ada saat ini adalah hasil dari proses saat yg telah lalu, semua yg ada dlm kehidupan kita merupakan faktor-faktor pendukung pembentukan kwalitas diri kita. Dan faktor-faktor tsb adalah pemberian Tuhan YME, slalu bersyukur dan melakukan yg terbaik dgn tetap terus belajar memberikan yg terbaik dlm kehidupan, bagiku merupakan hal yg indah dan membahagiakan. Pelajaran Blissiplin yg kudapatkan hari ini membuat diriku tertawa dan senyum-senyum sendiri dalam mengevaluasi dan membuat perencanaan perbaikan-perbaikan diri selanjutnya. Trims blissiplin yaaa…

       0 likes

  11. Cicie says:

    Menjual diri tidak hanya dilakukan dengan kata-kata tetapi juga harus diringan dengan tindakan nyata dan pembuktian bahwa apa yang kita katakan adalah sesuatu yang mampu kita lakukan dan laksanakan. So untuk menjual diri kita harus membekali diri kita dengan berbagai bidang ilmu sehingga kita memiliki kualitas 1 tingkat lebih tinggi diatas rekan sejawat kita.

       0 likes

  12. Didik Hariyanto says:

    Kita bisa menjual diri pada orang lain baik yang sudah kita kenal sebelumnya atau bahkan belum kita kenal. Saya pribadi pernah punya pengalaman membuat pekerjaan sendiri sebelum lulus kuliah. Bekal ilmu saat kuliah di IKIP Malang jurusan pendidikan matematika saya terapkan langsung dengan membuka bimbel di rumah untuk siswa SD-SMP saat itu. Untuk mengenal produk bimbel, saya datang ke beberapa famili serta tetangga dengan menjelaskan jenis program, mata pelajaran yang diberikan, biaya program per bulan serta fasilitas lainnya seperti adanya konsultasi dengan psikolog. Untuk lebih memperjelas program bimbel saya meninggalkan selembar brosur. Untuk orang yang belum kita kenalpun kita bisa ‘menjual diri’ menjual produk kita dengan menyebar brosur bimbel tersebut pada siswa SD dan SMP saat sebelum masuk sekolah di pintu gerbang atau saat siswa pulang dari sekolah di siang hari. Dengan informasi lewat brosur atau lisan akhirnya kami dengan beberapa teman penggelola lain berhasil mendapat peserta bimbel awal, yaitu sekitar 8 siswa. Itu siswa di tahun awal saat membuka usaha bimbel yang dimulai pada bulan Februari (semester genap) saat itu. Namun dengan mengevaluasi program, menambah program, memperbaiki fasilitas/sarana serta SDM (tentor), mengencarkan promosi tidak saja melalui brosur saja, juga membuat banner serta menjadi sponsor di acara pameran,spanduk dll, maka di tahun pelajaran (tapel) baru – pada bulan Juli – jumlah peserta bimbel bisa meningkat lebih dari 600 %, yaitu lebih dari 50 siswa. Jika di semester awal, pemasukan dari SPP siswa masih tidak cukup untuk menutupi biaya operasional, jumlah siswa di tapel baru tsb cukup kalau boleh dikatakan mulai lebih untuk menutupi biaya operasional bimbel.Ternyata dengan terus meningkatkan pelayanan pada peserta bimbel (customer) usaha jasa tsb bisa tetap eksis. Pelayanan tersebut antara lain, siswa serta ortunya merasakan manfaat dari produk kita yaitu terbantu belajar serta prestasi akademik di sekolahnya. Kalau sudah seperti itu, para pengelola/pengajar lembaga tidak saja merasakan insentif/gaji bulanan tapi perasaan bahagia karena siswa yang diajarnya berhasil.Ilmu yang telah diperoleh pengajar/tentor bisa memberikan manfaat pada orang lain.

       0 likes

  13. I Ketut S Abdul Fattah says:

    Menjual diri sangat susah sekali apalagi kita masuk dilingkungan yang baru yang cara kerjanya sangat jauh dari harapan.Sehingga untuk menjual diri atau bagaimana karyawan yang baru diajak kerja sama menilai kita mempunyai kelebihan.
    Disinilah ,dalam mempublikasikan diri saya lakukan seperti saya pelajari kebiasaan yang sekarang,evaluasi kemudian lakukan sesuai dengan alur yang benar dan fakta sehingga mereka mempercayai bahwa apa yang mereka lakukan kurang benar/salah.Dengan data dan fakta mereka mengerti dan merasa senang dengan saya.
    Ini salah satu cara saya untuk menjual diri.
    Alhamdullilah rekan2 saya suka dengan cara2 saya .
    Tks

       0 likes

  14. I Ketut S Abdul Fattah says:

    Opini saya terhadap blssipline adalah hal yang sangat bagus untuk mengetahui apakah kita ini sudah punya kemampuan untuk membuat orang lain senang dalam hal; pekerjaan,kerjasama,pergaulan dll.
    Dan blissipline dapat memberikan peningkatan diri dari kekurangan sehingga menjadi yang lebih baik dan lebih sabar.
    Semoga segala pembelajaran selama 50 minggu kedepan gratis terus.
    Terima kasih blissipline team.
    Sukses selalu.

       0 likes

  15. EDDY SUNARNO says:

    sudah kurang lebih 10 tahun saya bekerja sebagai “trainer” lepas di beberapa provider pelatihan, namun sampai saat ini saya belum merasa puas dengan keterampilan saya membawakan materi di depan kelas. saya selalu berupaya menambah pengetahuan dan cara mengajar yang baik sekaligus tidak membosankan bagi peserta pelatihan. yang saya coba lakukan adalah membangun “image” saya, yang membedakannya dengan pengajar/trainer yang lain. namun saya harus tetap lebih sabar untuk tetap berupaya membangun image tersebut, untuk suatu saat saya dapat memetik “buah” image saya. saya percaya suatu saat saya akan memetik hasilnya dengan lebih baik daripada yang sekarang saya nikmati.

       0 likes

  16. Erlangga says:

    menjual diri = membuat orang lain mau menerima konsep yg kita punyai / mau membeli jasa atau barang yang kita jual. Mampu meyakinkan orang lain akan ide atau isi pikiran kita dan kemudian menyetujui atau mengikuti kemauan kita tanpa paksaan , dengan sukarela. Akantetapi ide/jasa/atau barang yg didapat orang lain dari kita tsb juga mampu membuat orang lain senang, bahagia dan puas akan fungsi dan kualitasnya. Begitu menurut saya

       0 likes

  17. dezed says:

    Menjual diri mempunyai konotasi profit oriented yang berwawasan materi atau kebendaan yang sering berlawanan arah dengan nilai. Materi bisa mendatangkan kepuasan sedangkan nilai akan menghasilkan harkat dan martabat. Kemanapun mata memandang, kaki melangkah, disitu waktu dan tenaga akan tercurah untuk meraih harapan. Materi atau nilai yang dipilih, semua memiliki jalan tempuh berbeda yang akan menentukan nasib kehidupan fana menuju hidup yang abadi.

       0 likes

  18. Khoirul says:

    Yang saya lakukan dalam menjual diri adalah ketulusan dalam memberi perhatian kepada orang lain, ketulusan dalam membantu orang lain, dan berbuat sedemikian rupa sehingga kehadiran saya mendatangkan manfaat kepada orang lain.

       0 likes

  19. dodo says:

    untuk menjual diri…..
    dengan penampilan diri dan kepribadian yang tulus,dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan dan berkerja sama dengan sesama.
    menyelesaikan setiap persoalan dengan kepala dingin dan rendah hati.
    menerima siapa pun dengan apa adanya tanpa memandang setatus.
    siap turun pada level yang bawah tanpa gengsi, untuk menawarkan diri.

       0 likes

  20. Budi Tio says:

    Menjual diri adalah sama halnya berusaha melakukan atau menjadi seperti apa yang kita inginkan ketika memutuskan untuk membeli sebuah produk atau jasa,

    1 harga, Harga adalah faktor penting yg memutuskan seseorang jadi membeli atau tidak. Apa yang menentukan sebuah produk mahal atau murah bukan dinilai dari seberapa banyak biaya atau uang yg harus dikeluarkan.Tetapi adalah lebih kepada benefit atau manfaat yang bisa diberikan produk itu. Jika benefit yang diberikan sebuah produk itu kecil dibandingkan biaya yang dikeluarkan, atau jika orang bisa mendapatkan benefit yang sama dengan biaya yang lebih kecil pada produk lain, maka produk tersebut dikatakan mahal.Jadi seberapa besar benefit yang bisa anda berikan kepada orang yang akan membayar anda? Dan seberapa besar bayaran yang anda minta?

    2 bland,terkadang orang rela membayar “mahal” sebuah produk hanya karena produk itu memiliki bland yang terkenal. Ada faktor kebanggaan bila seseorang memakai balnd tertentu. Apa yang membuat seseorang bangga memakai bland tertentu karena ia merasa sebagai bagian dari komunitas yang menggunakan bland tersebut. Jadi berusahalah agar kita memiliki bland yang ternama,bangunlah citra bahwa semua klien atau pelanggan anda adalah orang-orang hebat, dan siapa pun yang menggunakan anda adalah bagian dari orang-orang hebat yang menjadi pelanggan anda.

    3 made in, berasal dari manakah sebuah produk itu dihasilkan? Orang akan membuat kesimpulan jika sebuah produk berasal dari salah satu negara yang terkenal memiliki teknologi tinggi pastilah juga dihasilkan dengan teknologi yang canggih sehingga kualitas nya juga lebih meyakinkan. Demikian juga orang akan lain akan memperhatikan dari mana asal anda? Maka jika anda berasal dari sebuah perusahaan yang terkenal sangat selektif menerima karyawan, orang cenderung lebih mempercayai anda, atau jika anda diketahui senantiasa bergaul di lingkungan yang baik, orang juga menganggap anda sebagai orang baik.

    Dengan memiliki ketiga hal di atas yaitu harga yang pantas, bland yang terkenal,serta berasal dari sumber yang meyakinkan, maka tidaklah sulit lagi bagi kita untuk menawarkan diri kita menjadi pilihan bagi orang lain dalam memenuhi kebutuhan mereka.

       0 likes

  21. I never know How do I sell myself.
    yah, saya tak pernah tahu bagaimana saya menjual diri saya. saya hanya melakukan apapun yang terbaik. melakukan yang terbaik bukan berarti menghalalkan segala cara untuk meraih sesuatu. melakukan yang terbaik adalah melakukan sesuatu semampu kita dengan usaha paling menksimal. sambil melakukan, saya berusaha memperbaiki kualitas diri. yaa, itulah yang saya biasa lakukan. oh ya, satu poin penting untuk membuat orang tertarik pada suatu hal dan membelinya adalah keunikan hal tersebut. unik berarti lain dari yang lain.
    bagaimana menjadi unik? gampang! Tuhan telah menciptakan setiap orang dengan wujud, kemampuan dan nasib yang berbeda-beda. kenapa bingung? jadi diri sendiri saja! jadi diri sendiri akan menjual diri kita. jangan membohongi diri sendiri dengan mencoba menjadi orang lain. menjadi diri sendiri akan menunjukkan karakter kita. saya suka jadi diri sendiri.

       0 likes

  22. christien ismuranty says:

    Dengan menyelaraskan apa yang saya percayai, pikirkan, rasakan, inginkan,katakan dan lakukan.
    Dengan ketulusan untuk berbagi dan memberi manfaat bagi orang lain.
    Itulah yang terlintas di pikiran membaca gagasan tentang menjual diri.
    Pekerjaan saya terdahulu adalah mendorongkan kepedulian dan keterlibatan masyarakat dalam pelestarian keanekaragaman hayati, (termasuk terumbu karang). Kecintaan saya adalah laut, jadi passion itu mewarnai hidup saya di berbagai kesempatan dan di keseharian, it’s beyond the duty calls.
    Suatu hari teman-teman bercerita, ketika mereka rekreasi ke pantai dan terpaksa menginjak karang, mereka ingat saya dan pada bercanda bilang “Aduh maaf ya mbak chris”……..
    Yeiy…..they bought it!
    It’s just a small thing but it boost up my spirits!

       0 likes

  23. Wardah says:

    Saya termasuk orang yg benar-benar tidak bisa menjual atopun mempromosikan untuk diri sendiri, secara online atopun offline saya benar-benar tidak bisa berpromosi. Untuk itu saya mendaftar di program ini.
    Terima kasih

       0 likes

  24. Nugraha says:

    Pada dasarnya kita secara sadar ataupun tidak telah melakukan apa itu yg disebut menjual diri.
    Menjual diri yg tanpa sadar kita lakukan itulah value/nilai kita yg sebenarnya, tanpa rekayasa tanpa strategi yg dibuat-buat.

    Jadi untuk dapat menjual diri secara baik, setiap waktu setiap saat lakukan segala sesuatu dengan tulus, dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa ikhlas melakukannya, maka Akan dengan sendirinya orang lain akan menilai kita bahwa kita punya nilai tambah yg lebih baik dari orang kebanyakan. Jadi lakukanlah menjual diri dengan cara tidak menjual diri…….yaitu menjual diri tanpa merencanakan bahwa kita sedang menjual diri…..

       0 likes

  25. Silvianita timotius says:

    Begitu melihat tantangan week 1: menjual diri…. Waw langsung terbayang susahnya. Saya paling tidak bisa untuk urusan jualan, menceritakan yang bagus-bagus tentang diri, membumbui dan mengemas sehingga barang atau ide menjadi terlihat lebih baik (yang mungkin semula biasa saja). Namun minggu lalu datanglah pengalaman itu yang buat saya ini dia ‘menjual diri’.
    Saat ini saya dan teman-teman satu perguruan tengah promosi program intensif pelatihan tai chi. Salah satu peran saya adalah menawarkan program ini dan memastikan calon peserta akhirnya mau ikut. Ada seorang ibu yang berminat ikut. Singkatnya setelah sms-an beberapa kali bliau mengatakan sedang punya penyakit yang sudah cukup berat dan berharap dengan tai chi selain mengharap kesembuhan, juga ketenangan batin. Saya langsung bersimpati sangat. Dari yang semula menawarkan progaram pelatihan, saya tawarkan kepada beliau untuk berdiskusi langsung dengan suhu (guru) tai chi saya sehingga mungkin bisa ikut latihan reguler saja dari sekarang di padepokan tanpa harus menunggu program latihan nanti. Secara nalar sy sadar ada kemungkinan sang ibu tidak jadi ikut program intensif dan saya kehilangan 1 calon. Namun rasanya itu tidak lagi penting karena saya senang bisa share dengan beliau. Saya katakan lagi semoga beliau berjodoh dengan tai chi (saya tidak berani bilang dengan tai chi pasti sembuh). Beliau sangat senang dengan sharing saya dan saya lebih senang lagi. Karena baru minggu kemaren, saya belum tahu apakah beliau langsung menghubungi Suhu saya atau tidak, tapi buat saya, itulah cara saya menjual diri dan tai chi.

       0 likes

  26. dicky irfan says:

    Menurut saya kredibilitas merupakan hal yang sangat penting dan mendasar dalam kehidupan. Sebab dengan kredibilitas dapat membedakan antara masing-masing orang.
    Kredibiltas menurut saya bukan untuk dijual, tetapi lebih kepada penguatan kredibilitas itu sendiri di dalam diri kita (dibangun/build). Menjual diri dengan kredibilitas adalah merupakan efek dari adanya kegiatan membangun/build kredibilitas diri. Tanpa menjual pun saya kira orang dapat menilai kualitas dan kemampuan diri kita melalui cara kita berpikir, keterampilan, wawasan pengetahuan, cara kerja, etika pribadi dan keberanian untuk melakukan yang benar.
    Sekali lagi bagaimana anda menjual diri anda adalah efek dari pembangunan kredibilitas yang ada pada diri kita, yang dengan sendirinya akan dapat dinilai oleh orang lain.
    Terima kasih.

       0 likes

  27. samsudin says:

    Saya termasuk orang yang susah untuk menjual diri karena kadang saya suka merasa minder, ga pede dengan kemampuan yang saya punya.
    Itu yang terkadang membuat saya susah untuk menjual diri, tapi karena tuntutan pekerjaan mau tidak mau harus saya jalani walau terkadang ada rasa kekecewaan karena saya tidak berhasil menjual diri.
    Semoga disini saya dapat menemukan cara atau metode untuk membuat saya bisa lebih percaya diri dan memperbaiki semua kekurangan saya.
    Thanks.. :)

       0 likes

  28. aristiwidya says:

    Hmm… Ada teman yang pernah berkata bahwa secara sadar atau tidak sadar sebenarnya kita itu di bisnis advertising, yaitu selalu menjual diri. Saya termasuk yang naif, karena tidak pernah tahu bagaimana menjual diri yang ‘benar’.

    Berbicara karir, saya telah berganti haluan beberapa kali. Dihadapkan dengan orang-orang yang jauh lebih tua/berpengalaman dari saya pun awalnya selalu dipandang sebelah mata karena saya perempuan dan masih muda (atau terlihat muda). Sehingga rasanya, separuh dari hidup ini sepertinya menjadi pelajaran untuk “meyakinkan orang lain” walaupun rasanya saya tidak pernah ingin untuk meyakinkan orang lain, karena setiap orang pun berhak untuk cara pandang dan opini masing-masing, bukan?

    Tetapi saya beruntung, karena saya benar-benar menikmati dan percaya kepada apa yang saya lakukan. Not only that I love what I do, but I also believe in what I do and I enjoy doing it soooo much. Dan bukan hanya dalam masalah pekerjaan, tetapi berbagai macam hal yang saya lakukan.

    Selling, for me, is not about convincing people or proving yourself. Selling, for me, is about spreading your joy. When I am excited about what I do, about myself and about my life, it transfers to other people. Orang lain menjadi curious what’s you’re so excited about.

    Saya tidak bisa bilang kalau menjual itu butuh percaya diri yang tinggi, knowledge yang kuat, pengalaman yang banyak ataupun ketrampilan komunikasi yang hebat. But I know one thing for sure, kalau kita percaya dengan apa yang kita lakukan, senang dengan apa yang kita lakukan, merasa hidup dengan kehidupan kita sendiri… otomatis akan merasa PD, memiliki keinginan untuk terus mengasah pengetahuan dan ketrampilan dan kemudian.. tanpa banyak bicarapun, orang lain akan memahaminya.

    Coba deh makan kue coklat favorit kamu di depan seseorang. Ketika kamu benar-benar menikmati kue coklat tersebut dan mengeluarkan suara-suara dan bahasa tubuh yang ikut menggiurkan, tanpa berkata apapun, orang lain pun akan penasaran :)

    *sambil mengeluarkan half baked chocolate cookie with dark choco chips*

       0 likes

  29. Evelyn says:

    menjual diri
    contoh: dalam pekerjaan
    -kita harus mengetahui (baca:menyadari) tujuan dari pekerjaan kita (untuk apa dan siapa kita bekerja)
    -memaknai pekerjaan yang kita lakukan
    -memotivasi diri sendiri untuk melakukan pekerjaan kita dengan mengingat tujuan-tujuan tersebut
    -dengan begitu, walaupun tugas menumpuk, tekanan banyak, tapi kita pasti punya semangat dalam menjalani pekerjaan kita
    -dengan semangat yg kita punya, pasti hasilnya juga maksimal dan terlihatlah kredibilitas kita ^__^

       0 likes

  30. Yuliana Sari says:

    Bagi saya menjual diri sendiri itu dibutuhkan kepercayaan diri, keberanian untuk bertindak dan berkata benar, dan membuat orang yakin akan kemampuan kita.

    Apabila anda di dalam kondisi dimana anda tidak dapat/ kelihatan susah menjual diri anda (baik dalam pekerjaan atau kehidupan masyarakat), yang pertama adalah jual diri anda kepada satu orang yang dapat anda percaya.Orang tersebut mungkin dapat meyakinkan orang lain tentang kredibilitas Anda.

    Kuncinya adalah kesabaran dalam mendapatkan hasilnya. Ingat, hasil yang baik tidak akan didapatkan secara instan melainkan proses yang cukup panjang.

       0 likes

  31. Dear,

    Sorry for the late response… :)
    Menjual diri yah? One thing for sure, yang pernah saya jual adalah suatu ide, yang tujuan akhirnya adalah membuat performance team saya (para SPG dan team leader) lebih baik yang dapat membuat kinerja team sales secara keseluruhan menjadi lebih mudah dan everything is achievable. Kenapa? Karena mereka disupport oleh orang2 yang jago. And yes, saya bekerja di FMCG industry.

    Begin with the end mind…
    Saya jual ide ke boss dengan mengutarakan apa yang bakal jadi hasil akhirnya, lalu jelaskan bagaimana meraihnya, step by step, dan time line.
    Saya buat team saya tahu bagaimana cara perusahaan bekerja, dengan belajar secara komprehensif dari divisi sales, administrasi, dan logistik.

    Know your employee (company), and understand your company (employee)…
    Team saya kenal lebih baik tentang perusahaan tempat ia bekerja, dan perusahaan semakin kenal dengan baik karyawannya yang sedang didevelop

    Knowing what’s the passion and purposes will boost the team’s performance…
    Create jenjang karir, sehingga tahu pasti apa yang akan dikejar. Sadar akan passion akan membuat team semakin cinta dengan pekerjaannya –> good result. Tumbuh pemimpin2 baru.

    Leader create leaders…
    Hasil akhir mulai kelihatan, leadership dari talent pool yang saya buat mulai terlihat. Siapa2 yang bisa dipromote dan diberikan tanggung jawab lebih. Pastinya sistem juga menjamin kesejahteraan yang lebih baik.

    Review the ideas :
    Proses terus berjalan, mengamati mereka tumbuh lebih matang setiap harinya secara profesional dan personal. Sementara itu, para pemimpin muda yang asalnya dari kalangan SPG tersebut menjadi personel yang bisa diandalkan.

    Siapa yang saya yakinkan?
    Pertama pasti anak buah saya untuk mau menjalani tahapan berat yang saya rancang, untuk kemajuan mereka sendiri dan perusahaan tentunya. Kedua, saya yakinkan boss-boss saya untuk support development program yang saya rancang.

    Buat saya, itu jual diri yang pernah saya lakukan. Jual ide :)
    Dan guess what? Banyak lagi ide yang saya jual setelah ide diatas, hingga hari ini. Terima kasih…

       0 likes

  32. gatut firmanto says:

    mempromosikan diri sendiri kepada orang lain saya katakan gampang-gampang susah karena ada juga salahsatu faktor yang sangat saya benci yaitu FAKTOR DISLIKE TO ME……
    kita harus lakukan hal-hal yang sangat positive & selalu berpikiran positive dalam kita berinteraksi dengan orang lain & lingkungan karena hasilnya pasti akan sangat bermanfaat bagi orang lain & diri sendiri…..
    memang sangat berat menjual diri……

       0 likes

  33. Anggi says:

    hmm, pertanyaan susah nih, “bagaimana saya menjual diri??”.

    Jujur aja saya merasa belum berhasil menjual diri, saya bingung, belum menemukan apa “nilai lebih” diri saya, beberapa kali saya mengirim lamaran kerja belum mendapat hasil yang diharapkan akhirnya malah “pesimis” dengan menjual diri sendiri. Hihihi.

    Sebenarnya ada beberapa hal yang saya pikir adalah “nilai lebih” diri saya, tapi mungkin saya belum dapat memunculkannya dengan baik sehingga orang lain belum “tertarik”.

    Jadi, saya belum dapat menjawab pertanyaan, “bagaimana saya menjual diri saya??”

       0 likes

    • admin says:

      terima kasih sudah bisa jujur, dan memulai dari mengetahui “nilai lebih” itu sudah beberapa langkah dibandingkan tidak tahu sama sekali kekuatan diri. sekarang tinggal bagaimana mentransformasikan nilai lebih itu menjadi “brand’-nya Anggi.

         0 likes

  34. Jual diri …..

    Mungkin dua suku kata yang dapat dipersepsikan negatif namun dibalik hal tersebut dapat dipersepsikan positif.

    Pengalaman gagal dan sukses sdh saya lewati. Dari pengalaman yang saya dapat, saya sangat sepakat bahwa kuncinya adalah integritas dari hal tersebut nilai-nilai diri kita akan terlihat.

    Anehnya jual diri saya justru berhasil pada sekelompok orang yang memiliki nilai nilai yang sama. Dalam bahasa marketing mungkin segmentasi market yang tepat.

    Sebaliknya, akan sangat sulit untuk menjual diri kita pada kelompok atau lingkungan yang nilai-nilainya jauh berbeda dengan nilai yang kita miliki (different market segement). Disini butuh effort yang sangat kuat untuk melakukan perubahan.

    Karena nila setitik rusak susu sebelanga. Peribahasa tersebut sangat tepat dalam mempertahankan nilai dan integritas. Saat integritas kita hilang maka sangat sulit untuk dibangun kembali. Namun kata “Pantang Menyerah” itu adalah kunci untuk membangun kembali kepercayaan anda ke market.

    Menurut saya ada tambahan yang perlu menjadi perhatian dalam menjual diri selain 4 faktor tadi:
    1. Mengetahui nilai2 yang anda miliki dan yakin lah terhadapnya. Tentu saja nilai2 positif.
    2. dalam menyusun strategi untuk menjual selain harus berdasarkan nilai yang dianut maka anda harus tahu dulu market yang anda capai tentu saja pilih yang sesuai dengan nilai anda.
    3. Kerja keras dan ketekunan akan menghasilakan nilai jual anda

    Best

       0 likes

What are your #blissipline thoughts?





*