Terlepas dari adanya goals, target, impian dan resolusi, memang memiliki ‘tolak ukur’ akan membantu mengukur kesuksesan kita. Tetapi, apakah memiliki tolak ukur saja cukup? Hal-hal apa lagi yang perlu kita pertimbangkan?
Jadi, setelah menonton videonya, apa goals dan tolak ukur Anda? Share di sini ya
Apa satu hal yang membuat Anda ‘gregetan’, gemes dan akhirnya ingin berperan dalam merubahnya, baik di tempat kerja, di rumah, sekolah maupun dalam rumah tangga? Bila Anda boleh menjadikan diri Anda seorang ‘manager’, apa title yang akan Anda berikan ke diri Anda sendiri? Tonton videonya agar lebih jelas…
Seperti biasa, kita tunggu jawaban Anda di sini
Menjadi seseorang yang di”rindu”kan ketika Anda tidak ada di kantor/di rumah, bukan hanya karena sekedar dibutuhkan, tetapi ada sesuatu yang berarti dari diri Anda yang tidak ditemukan di orang lain. Ini adalah nilai jual seseorang. Your employability. Apa nilai jual Anda? Apa yang membedakan Anda dibandingkan orang lain? Apa manfaat yang Anda berikan?
Share dengan kita semua di sini ya.
Bila ini adalah akhir tahun 2012 dan telah tertuliskan sebuah buku tentang kehidupan Anda di 2012, kira-kira apa yang sudah tertuliskan di Chapter #1 dari buku tersebut? Judul apa yang bisa Anda berikan?
Share jawaban Anda dengan kita semua di sini ya.
Hari Ibu, sebagai hari kita menunjukkan apresiasi terhadap ibu kita sendiri dan juga sosok-sosok perempuan yang telah berperan ataupun berdampak dalam hidup kita. Terlepas dari itu, bagaimana kita pun bisa mengapresiasi diri kita sendiri sebagai perempuan, atau sebagai pria yang menghargai perempuan -- dalam menjadi pribadi yang nyaman dan aman dengan diri sendiri agar bisa memberikan rasa nyaman dan aman bagi orang lain?
Seperti biasa, kita tunggu komen-komen teman-teman #blissiplinners di sini ya!
Antara rasa, kata dan perilaku, sebenarnya siapa yang kita lebih sayangi? Lihat cuplikan video dibawah ini, lalu, ingin sekali mendapatkan your thoughts, pendapat, insights untuk blissiplinners yang lain di sini:
Antara keinginan dan kebutuhan, apakah hanya sekedar angan-angan dan mimpi? Apakah yang bisa memperkuat keinginan dan kebutuhan ini sehingga bila kita berbicara tentang resolusi maupun mimpi, hal-hal apa sajakah yang perlu kita pertanyakan terlebih dahulu?
Ikuti diskusinya di sini :
Menjawab beberapa pertanyaan untuk 2012, seperti:
- Apa yang saya inginkan?
- Apa yang saya butuhkan?
- Apa alasannya?
- Apa artinya bagi diri saya sebagai manusia dan seorang profesional?
Share jawaban teman-teman dengan kita semua di sini ya.
Every time we remember to say “thank you”,
we experience nothing less than heaven on earth.
-- Sarah Ban Breathnach
Kata ‘Terima kasih’ terasa semakin menghilang fungsi dan maknanya. Menjadi concern bersama bahwa sebuah kata yang sepertinya sangat sederhana, yang bisa memiliki dampak yang besar, penggunaannya menjadi lebih tidak terasa. Kali ini, kita ingin mengajak teman-teman #blissiplinners untuk mempertanyakan kembali penggunaan dan maknanya, seperti:
- Kata ‘Terima kasih’ hanya sebagai kata yang diucapkan atau rasa bahasanya terasa juga ketika diucapkan
- Kata ‘Terima kasih’, sekedar diucapkan ataupun terasa benar terhadap orang lain
- Kapan terakhir kali mengucapkan ‘Terima kasih’ yang memang harus diucapkan karena terpaksa atau sopan santun
- Kapan terakhir kali, menjadi korban/pelaku dimana kata ‘Terima kasih’ berarti sebaliknya (i.e. sindiran)
- Kapan terakhir kali, mendapatkan kata ‘Terima kasih’ yang benar-benar tulus
- ‘Terima kasih’ lebih banyak diucapkan kepada orang yang “lebih” dari Anda atau yang “lebih kecil” dari Anda
- Dalam 1 hari, berapa banyak dari ‘Terima kasih’ yang kita ucapkan memiliki rasa dan makna yang kuat
Apa pengalaman teman-teman #blissipline dengan kata ‘Terima kasih’ ini dan bagaimana teman-teman bisa menunjukkan ‘rasa’ dan juga ‘rasa bahasanya’ untuk merubah relationship kita sehari-hari? Share dengan kita di sini ya.
“Lying is done with words and also with silence.”
Adrienne Rich
Berbohong, bukan lagi masalah benar ataupun salah, tetapi sudah menjadi salah satu bumbu dalam keseharian kita. Pernahkah kita menghitung, berapa kali kita berbohong dalam 1 (satu) hari?
Dari berbohong kepada diri sendiri, dimana sebenarnya kita sangat menginginkan sesuatu tetapi kemudian memilih untuk tidak menyuarakannya karena rasa tidak enak, karena malu ataupun karena malas.
Berbohong kepada orang lain, baik ketika menjawab telepon dari seorang telemarketer, lupa melakukan sesuatu, ataupun untuk menjaga perasaan orang lain.
Berbohong yang tidak sadarkan diri karena sudah menjadi kebiasaan, sehingga kebohongan itupun telah menjadi sebuah belief.
Kali ini, kita tidak akan membahas apakah seseorang harus selalu mengatakan yang jujur atau tidak, tetapi ingin berlatih ‘awareness‘ (kesadaran diri) bersama tentang berbohong ataupun tentang kejujuran.
Coba, lihat hari Anda hari ini, setiap kali teman-teman dihadapi oleh sebuah pertanyaan ataupun situasi, di situasi-situasi yang mana saja teman-teman berbohong, dan dalam situasi-situasi apa teman-teman berani mengatakan sejujurnya?
Challenge di minggu ke -26 ini: Berapa kali kita berbohong dalam 1 hari ini saja? Apa pembelajarannya?
Share dong, alasan, tujuan dan pembelajaran dari kebohongan/kejujuran itu dengan kita semua
![]()
Apa kabar? Bagaimana minggunya? Sering sekali kita mendapatkan pertanyaan ‘apa kabar’ tetapi sejauh mana kita bisa benar-benar menjawabnya. Sering kali ketika pulang kerja ataupun kuliah, kita ditanyakan teman ataupun pasangan, “bagaimana kerja/kuliah hari ini?” dan sangat mudah untuk menjawab “baik”, “it was okay” terlepas dari alasan kita menjawab seperti itu.
The art of giving and receiving feedback berbasis dari percakapan ini, sejauh mana kita ingin tahu tentang keadaan orang lain dan sejauh mana kita nyaman dan terbuka mengungkapkan opini dan perasaan kita kepada orang lain dengan jujur. Di Daily Meaning pun,akhirnya menggunakan kata feed-forward, karena kita percaya walaupun kita sedang membicarakan apa yang sudah terjadi, tetapi fokusnya untuk masa depan.
Kali ini, ingin sekali mengajak teman-teman blissipline untuk secara terbuka mengungkapkan opini dan perasaannya tentang #blissipline, terlebih karena teman-teman sudah banyak yang mengikuti perjalanannya sejak bulan Maret. Your feed-forward would be so precious for us.
Untuk melihat percakapan saya dengan Mas Alex tentang ‘feed-forward’, please watch here:
Lalu, kami akan senang sekali kalau bisa mendapatkan sebuah feed-forward yang bermakna dari seorang Anda. Silahkan langsung tinggalkan feed-forward anda di sini.

